Jumat, 15 Mei 2026

Fantastis! Laba BUMN 2022 Tembus Rp 300 Triliun

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Feb 2023 | 21:41 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (13/2/2023).
Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (13/2/2023).

JAKARTA, investor.id – Laba konsolidasi BUMN ditaksir mencapai Rp 303,7 triliun pada 2022 atau bertambah Rp 179 triliun dari laba bersih konsolidasi pada 2021 yang sebesar Rp 124,7 triliun. Angka tahun 2022 merupakan laba yang belum diaudit.

"Insya Allah nanti kalau diaudit pasti ada kurang lebihnya sekitar Rp 303,7 triliun, artinya ada peningkatan yang sangat signifikan sebesar Rp 179 triliun," ungkap Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (13/2/2023).

Adapun total laba konsolidasi BUMN tersebut sudah termasuk laba nontunai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang mencapai Rp 55,7 triliun.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan yang sama juga terungkap indikasi peningkatan aset BUMN secara konsolidasi dari Rp 8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp 9.867 triliun pada 2022.

Ekuitas BUMN secara keseluruhan juga meningkat dari Rp 2.778 triliun pada 2021 menjadi Rp 3.150 triliun pada 2022.

Alhasil, bisnis BUMN tumbuh positif yang terlihat dari pendapatan sebesar Rp 2.613 triliun pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2.292 triliun.

Menurut Erick, salah satu penyebab kinerja BUMN meningkat signifikan sepanjang tahun 2022 adalah faktor efisiensi. Salah satu indikatornya adalah penurunan rasio utang BUMN terhadap investasi yang turun dari 36,2% menjadi 34,2%.

"Ada yang bilang utang naik tapi kan tentunya ekuitasnya juga naik. Ini yang kita tekankan bahwa BUMN banyak utang tidak dijaga dengan ekuitas yang baik itu salah," tutur Erick.

Dia memaparkan, modal BUMN pada 2022 mencapai Rp 3.150 triliun atau jauh lebih besar ketimbang utang yang sebesar Rp 1.640 triliun. Utang BUMN akan terus berkurang antara lain karena ia juga mendorong percepatan pembayaran utang, seperti di PLN dan pembayaran utang tepat waktu.

"Salah satu efisiensi yang ada di PLN itu bagaimana capex (belanja modal) yang kita tekan targetnya 50% sudah mencapai 40%. Itu ada perbaikan penurunan utang sampai Rp 96 triliun, jadi sekarang tinggal Rp 404 triliun," papar Erick, sembari menambahkan bahwa Pertamina juga sukses melakukan efisiensi US$ 2,4 miliar.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia