Jumat, 15 Mei 2026

Adhi Karya Jajaki Investasi Rp 2,1 Triliun di JORR Elevated

Penulis : Muawwan Daelami
14 Feb 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id –PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) siap berinvestasi sekitar Rp 2,1 triliun atau setara 10% dari total investasi pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated ruas Cikunir-Ulujami senilai total Rp 21,56 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menyampaikan, perseroan masih terus mengkaji berinvestasi di ruas tol JORR Elevated. Tetapi, secara bisnis, tol di area Jabodetabek menjanjikan, karena memiliki trafik yang tinggi.

“Jadi, pertimbangan utama kami adalah bisnis dan kemampuan, karena modal kami setelah rights issue meningkat menjadi Rp 8,9 triliun,” ucap Farid kepada Investor Daily akhir pekan lalu.

Di samping rencana menambah portofolio investasi di jalan tol, Farid mengaku, perseroan saat ini masih fokus menyelesaikan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen, sebagai pertanggungjawaban perseroan kepada pemerintah selaku pemegang saham mayoritas yang telah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN).

ADVERTISEMENT

Ke depan, dia menyatakan, dua ruas tol tersebut bisa dijual perseroan. Sebab, Adhi Karya tidak berencana menjadi operator ruas-ruas tersebut.

“Konstruksi tol Yogyakarta-Solo ruas pertama ditargetkan tuntas kuartal IV-2023. Kalau Yogyakarta-Bawen sepertinya masih belum, karena proyek tersebut dikerjakan secara konsorsium oleh beberapa badan usaha, seperti PT Jasa Marga Tbk, PT Brantas Abipraya, PT Wijaya Karya Tbk, dan lain-lain,” ungkap Farid.

Selain JORR Elevated, dia menyatakan, perseroan mempertimbangkan masuk ke proyek jalan tol Bogor-Serpong yang perencanaannya diperkirakan dimulai pada tahun depan. Tidak berhenti di situ, emiten konstruksi pelat merah ini terlibat dalam pekerjaan proyek jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat.

Farid menegaskan, sebagai bagian dari investor di proyek tersebut, perseroan pasti akan turut merancang desain. Tujuannya agar investasi proyek tersebut berjalan efisien dan trasernya menarik bagi para pengguna jalan.

Farid menambahkan, perseroan belum berencana mengajukan PMN lagi tahun ini. Sebab, perseroan masih fokus mengoptimalisasi penggunaan PMN yang cair sebelumnya.

“Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan kami ajukan PMN, seandainya butuh. Ini akan bahas dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan,” imbuh dia.

Selain tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami, Farid menyebutkan, dia menegaskan, ruas Bogor-Serpong terus dikaji oleh perseroan. Dia berharap pembangunan ruas tersebut bisa dimulai pada 2024.

"Lalu, untuk tol Sentul Selatan-Karawang Barat, kami memang belum membahas pembangunan secara intens. Tetapi, karena kami bagian dari investor, kami akan rancang desainnya supaya menarik dan nyaman bagi pengguna," ucap dia.

Dalam pelelangan pengusahaan jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat, PT Pamapersada Nusantara masuk melalui anak usahanya PT Persada Utama Infra dengan membentuk konsorsium, yang terdiri atas Jasa Marga, Adhi Karya, dan Hutama Karya Infrastruktur.

Tak tanggung-tanggung, jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat dibangun dengan biaya investasi Rp 15,37 triliun. Proyek tersebut memiliki internal rate of return (IRR) 18,55% dan net present value (NPV) Rp 2,77 triliun.

Hasil 2022

Sementara itu, berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), empat BUMN karya, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Adhi Karya, PT PP Tbk (PTPP), dan Wijaya Karya membukukan total nilai kontrak baru (NKB) Rp 108 triliun, naik 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah itu 91% dari target yang telah diturunkan.

Sebanyak empat perusahaan itu mencetak kontrak baru fantastis pada Desember 2022, sebesar Rp 16,8 triliun atau 15% dari total pencapaian 2022. Kebanyakan kontrak itu berasal dari proyek tol.

Tahun lalu, hanya PP dan Adhi Karya yang mencapai target kontrak baru 2022. NKB Adhi Karya melesat 55%, sedangkan Wika mencetak NKB tertinggi Rp 33,4 triliun.

Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memenangkan kontrak proyek infrastruktur Rp 6,4 triliun. Ke depan, tender Kementerian PUPR akan didominasi proyek tol, meliputi Bayung Lencir-Tempino Rp 5,9 triliun dan tol Patimban Rp 4 triliun. “Kami masih mencermati nilai tender proyek IKN bulan ini,” tulis broker itu.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia