Adhi Karya Jajaki Investasi Rp 2,1 Triliun di JORR Elevated
JAKARTA, investor.id –PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) siap berinvestasi sekitar Rp 2,1 triliun atau setara 10% dari total investasi pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated ruas Cikunir-Ulujami senilai total Rp 21,56 triliun.
Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menyampaikan, perseroan masih terus mengkaji berinvestasi di ruas tol JORR Elevated. Tetapi, secara bisnis, tol di area Jabodetabek menjanjikan, karena memiliki trafik yang tinggi.
“Jadi, pertimbangan utama kami adalah bisnis dan kemampuan, karena modal kami setelah rights issue meningkat menjadi Rp 8,9 triliun,” ucap Farid kepada Investor Daily akhir pekan lalu.
Di samping rencana menambah portofolio investasi di jalan tol, Farid mengaku, perseroan saat ini masih fokus menyelesaikan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen, sebagai pertanggungjawaban perseroan kepada pemerintah selaku pemegang saham mayoritas yang telah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN).
Ke depan, dia menyatakan, dua ruas tol tersebut bisa dijual perseroan. Sebab, Adhi Karya tidak berencana menjadi operator ruas-ruas tersebut.
“Konstruksi tol Yogyakarta-Solo ruas pertama ditargetkan tuntas kuartal IV-2023. Kalau Yogyakarta-Bawen sepertinya masih belum, karena proyek tersebut dikerjakan secara konsorsium oleh beberapa badan usaha, seperti PT Jasa Marga Tbk, PT Brantas Abipraya, PT Wijaya Karya Tbk, dan lain-lain,” ungkap Farid.
Selain JORR Elevated, dia menyatakan, perseroan mempertimbangkan masuk ke proyek jalan tol Bogor-Serpong yang perencanaannya diperkirakan dimulai pada tahun depan. Tidak berhenti di situ, emiten konstruksi pelat merah ini terlibat dalam pekerjaan proyek jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat.
Farid menegaskan, sebagai bagian dari investor di proyek tersebut, perseroan pasti akan turut merancang desain. Tujuannya agar investasi proyek tersebut berjalan efisien dan trasernya menarik bagi para pengguna jalan.
Farid menambahkan, perseroan belum berencana mengajukan PMN lagi tahun ini. Sebab, perseroan masih fokus mengoptimalisasi penggunaan PMN yang cair sebelumnya.
“Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan kami ajukan PMN, seandainya butuh. Ini akan bahas dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan,” imbuh dia.
Selain tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami, Farid menyebutkan, dia menegaskan, ruas Bogor-Serpong terus dikaji oleh perseroan. Dia berharap pembangunan ruas tersebut bisa dimulai pada 2024.
"Lalu, untuk tol Sentul Selatan-Karawang Barat, kami memang belum membahas pembangunan secara intens. Tetapi, karena kami bagian dari investor, kami akan rancang desainnya supaya menarik dan nyaman bagi pengguna," ucap dia.
Dalam pelelangan pengusahaan jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat, PT Pamapersada Nusantara masuk melalui anak usahanya PT Persada Utama Infra dengan membentuk konsorsium, yang terdiri atas Jasa Marga, Adhi Karya, dan Hutama Karya Infrastruktur.
Tak tanggung-tanggung, jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat dibangun dengan biaya investasi Rp 15,37 triliun. Proyek tersebut memiliki internal rate of return (IRR) 18,55% dan net present value (NPV) Rp 2,77 triliun.
Baca Juga:
GOTO Masuk Bab BaruHasil 2022
Sementara itu, berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), empat BUMN karya, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Adhi Karya, PT PP Tbk (PTPP), dan Wijaya Karya membukukan total nilai kontrak baru (NKB) Rp 108 triliun, naik 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah itu 91% dari target yang telah diturunkan.
Sebanyak empat perusahaan itu mencetak kontrak baru fantastis pada Desember 2022, sebesar Rp 16,8 triliun atau 15% dari total pencapaian 2022. Kebanyakan kontrak itu berasal dari proyek tol.
Tahun lalu, hanya PP dan Adhi Karya yang mencapai target kontrak baru 2022. NKB Adhi Karya melesat 55%, sedangkan Wika mencetak NKB tertinggi Rp 33,4 triliun.
Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memenangkan kontrak proyek infrastruktur Rp 6,4 triliun. Ke depan, tender Kementerian PUPR akan didominasi proyek tol, meliputi Bayung Lencir-Tempino Rp 5,9 triliun dan tol Patimban Rp 4 triliun. “Kami masih mencermati nilai tender proyek IKN bulan ini,” tulis broker itu.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






