Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Merosot Lebih dari 1%

Penulis : Indah Handayani
15 Feb 2023 | 06:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi cadangan minyak AS
Sumber: Antara
ilustrasi cadangan minyak AS Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (14/2/2023). Setelah Amerika Serikat mengatakan akan meningkatkan pasokan di pasar dengan melepaskan lebih banyak minyak mentah dari cadangan minyak strategis (SPR)-nya.

Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir US$ 1,08 (1,4%) menjadi menetap di US$ 79,06 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot US$ 1,03 (1,2%) menjadi ditutup pada US$ 85,58 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

Kedua harga acuan jatuh lebih dari US$ 2 selama sesi, tetapi memangkas kerugian setelah data menunjukkan laju akselerasi paling lambat dalam indeks harga konsumen AS sejak akhir 2021. Analis mengatakan data kemungkinan akan membuat Federal Reserve pada jalur kenaikan suku bunga moderat.

"Suku bunga sekarang berada pada titik di mana setiap 25 basis poin penting dan bisa menjadi perbedaan antara soft landing dan resesi," kata analis OANDA Craig Erlam dalam sebuah catatan.

Pada Senin (13/2/2023), Departemen Energi AS (DoE) mengatakan akan menjual 26 juta barel minyak dari SPR, yang sudah pada level terendah sejak 1983.

Departemen Energi AS telah mempertimbangkan untuk membatalkan penjualan tahunan setelah Pemerintahan Presiden AS Joe Biden tahun lalu menjual rekor 180 juta barel dari cadangan untuk memerangi harga bahan bakar yang sangat tinggi. Tapi itu akan membutuhkan Kongres untuk bertindak mengubah mandatnya.

Harga minyak juga mengurangi kerugian setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan perkiraan permintaan minyak 2023 sebesar 100 ribu barel per hari dalam laporan bulanan, mengutip pembukaan kembali ekonomi Tiongkok setelah pembatasan Covid-19.

"Laporan pasar minyak bulanan OPEC menghasilkan optimisme yang hati-hati," kata analis Kpler Matt Smith.

Dia menambahkan bahwa harga minyak tetap lebih rendah, karena pasar memasuki sentimen risk-off.

Juga meredakan kekhawatiran pasokan, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Senin (13/2/2023) bahwa pihaknya memperkirakan rekor produksi Maret dari tujuh cekungan serpih AS terbesar.

Persediaan minyak mentah dan produk AS diperkirakan meningkat minggu lalu, jajak pendapat Reuters menunjukkan, menjelang data industri yang dijadwalkan pada pukul 21.30 GMT, diikuti oleh laporan EIA pada Rabu waktu setempat.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 57 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia