Pasar Obligasi Akan Kembali Menurun
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi pasar obligasi mungkin akan kembali menurun pada Rabu (15/2/2023).
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan. pasar obligasi tidak jadi mengalami kenaikkan, karena pelaku pasar dan investor kecewa dan sedih karena inflasi Amerika lebih alot daripada yang diduga.
“Hal ini tentu saja otomatis akan membuat tekanan terhadap kenaikkan tingkat suku bunga menjadi lebih tinggi dan lebih lama kembali berada di permukaan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (14/2/2023).
Alhasil, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, imbal hasil US Treasury mengalami kenaikkan yang tentu saja akan mendorong imbal hasil obligasi dalam negeri pun juga mengalami kenaikkan. Meskipun inflasi tidak semudah itu ditungganggi, namun pelaku pasar dan investor juga sudah mampu beradaptasi untuk mampu menghadapi inflasi yang sulit dikendalikan.
“Nah, pagi ini pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






