Teka-teki Equity Fundraising Anak Usaha Jasa Marga (JSMR) Mulai Temui Titik Terang
JAKARTA, investor.id - Teka-teki soal instrumen penghimpunan modal (equity fundraising) yang dipilih PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), mulai menemui titik terang.
Bukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), emiten jalan tol pelat merah tersebut lebih memilih untuk mendivestasi atau asset recycling porsi kepemilikannya di JTT melalui private placement.
Hal ini dikonfirmasi langsung Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Menurutnya, sejauh ini belum ada investor strategis yang sudah konfirmasi untuk menebus penawaran terbatas saham subholding Jasa Marga.
"Oh, itu belum," ucap Tiko saat menjawab pertanyaan Investor Daily di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Lagipula, kata dia, saham yang didivestasi lewat private placement itu bukan saham Jasa Marga selaku holding dan perusahaan tercatat (listed company), melainkan saham unit usaha perseroan yang mengelola jalan tol Transjawa.
"Jadi, bukan saham publik di Jasa Marga," imbuh pria yang akrab disapa Tiko ini.
Terkait nilai aset yang didivestasi sebesar US$ 300 juta, Tiko secara tegas membantah bahwa besaran nilainya tidak sebesar itu. "Size-nya gak segitu saya rasa. Kamu cek lagi deh, itu salah," tandas Tiko.
Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim dalam risetnya sudah memperkirakan bahwa Jasa Marga akan lebih memilih opsi divestasi aset ketimbang IPO. Pertimbangannya, jelas Kharel, jika perseroan memilih IPO, maka hal tersebut berpotensi mengurangi daya tarik investor terhadap saham JSMR.
Jadi cukup beralasan, mengingat JSMR akan terus berinvestasi ke proyek-proyek baru, sedangkan JTT tidak. Selain itu, JTT juga akan menawarkan pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada JSMR. Di mana, JTT menawarkan 80%-85% sedangkan JSMR 15%-30%.
"Akibatnya, kami mengira, investor akan mengalihkan fokus mereka dari semula ke JSMR beralih ke JTT, yang kami antisipasi manajemen juga tentu tidak ingin hal itu terjadi," tutur Kharel.
Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, Jasa Marga sejauh ini memang masih dalam proses pencarian investor dan terus melakukan cek pasar.
"Jadi, kita masih berproses. Targetnya semester I-2023. Aktivitasnya sudah ada misalnya, mencari investor. Berikutnya, kita lihat sesuai kebutuhan tol baru. Karena kita ada beberapa ruas baru sehingga perlu kita lihat cash flow untuk menutupi pembangunan bertahap tersebut sesuai alokasi," ungkap Subakti kepada Investor Daily.
Investor strategis yang akan menyerap private placement saham JTT, sejauh ini masih tanda tanya. Namun, bila merujuk pada data historis, Jasa Marga memiliki kemitraan yang cukup baik dengan emiten jalan tol Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) atau NI.
Sebab, belum lama ini, Jasa Marga telah sepakat untuk melepas 40% porsinya di jalan tol layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) kepada NI senilai Rp 4,38 triliun.
Usut punya usut, dari sumber yang dekat dengan NI, Investor Daily memperoleh jawaban bahwa NI belum akan masuk untuk aset-aset Jasa Marga di Trans Jawa. Pasalnya, pertimbangan utama NI untuk investasi di jalan tol hanya diperuntukkan bagi jalan tol yang berada di wilayah urban. "Jadi, gak masuk spesifikasi NI," jawab sumber.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

