Terdorong Sentimen Positif Minyak Kembali Menguat
JAKARTA, investor.id - Harga minyak pagi ini terpantau kembali menguat didukung oleh sentimen positif dari optimisme proyeksi IEA akan konsumsi minyak global dan isyarat peningkatan impor oleh Tiongkok dalam waktu dekat. Meski demikian, sinyal lesunya permintaan di pasar energi AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX mengatakan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik drastis sebesar 16.28 juta barel, jauh melebihi prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 1.17 juta barel. Selain itu, stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 2.32 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 1.54 juta barel.
“Laporan EIA tersebut menguatkan laporan versi grup industri yang dirilis sebelumnya oleh American Petroleum Institute (API), yang sekaligus mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (16/2/2023).
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, International Energy Agency (IEA) meningkatkan perkiraan permintaan minyak global dalam Laporan Pasar Minyak untuk bulan Februari yang dirilis hari Rabu, sebesar 500 ribu bph untuk kuartal pertama, sehingga konsumsi dunia secara total naik sebesar 2 juta bph pada tahun ini menjadi rata-rata 101.9 juta bph.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, IEA mengatakan bahwa pembukaan kembali ekonomi Tiongkok menjadi pemicu utama yang mendorong kenaikan konsumsi tersebut, yang diperkirakan akan naik sebesar 900 ribu bph. Meski demikian, IEA melihat kemungkinan pasokan akan tetap surplus pada paruh pertama tahun ini melebihi permintaan, sebelum akhirnya kembali defisit karena pulihnya permintaan dan penurunan produksi Rusia.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, turut mendukung pergerakan harga lebih lannjut, perusahaan kilang negara milik Tiongkok dilaporkan telah mendapat izin impor untuk kembali membeli minyak mentah Rusia melalui perusahaan dagang dengan diskon besar. PetroTiongkok akan menerima sekitar 1.5 juta bph di akhir bulan ini yang dimuat oleh kapal tanker Aframax NS Arctic dan kapal Crudemed yang membawa 200 ribu bph ke kilang di Qinzhou, provinsi Guangxi.
Menurut sumber perdagangan dan data pelacakan kapal dari Refinitiv dan Kpler. Selain PetroTiongkok, cabang perdagangan dari kilang terkemuka Asia Sinopec, Unipec, juga akan melanjutkan impor meskipun belum diketahui secara detail volume yang telah dibeli dan ke mana akan dikirim, kata lima sumber yang mengetahui masalah tersebut. Berita tersebut menguatkan keyakinan bahwa permintaan dari Tiongkok memang akan meningkat sesuai yang diperkirakan oleh pasar.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






