Jumat, 15 Mei 2026

Terafiliasi Samuel Sekuritas, Nusantara Sawit (NSSS) Siap IPO

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Feb 2023 | 15:40 WIB
BAGIKAN
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 3.568.235.300 saham atau 15%.

Nilai nominalnya Rp 50 per saham dan ditawarkan kepada publik dengan kisaran harga Rp 122-190 per unit. Dana IPO yang bisa diraih perseroan berada di rentang Rp 435,32-677,96 miliar.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah BRI Danareksa Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Samuel Sekuritas.

Pemegang saham NSSS saat ini adalah PT Mitra Agro Dharma Unggul 59,11%, Teguh Patriawan 17,12%, PT Nusantara Makmur Lestari 10,75%, Yantoni Kerisna 6,14%, Thomas Tampi 5%, dan PT Bina Palangka Makmur 1,88%.

ADVERTISEMENT

Eunice M Satyono atau Miming Satyono selaku pemegang saham terbesar perseroan melalui kepemilikan sahamnya di PT Mitra Agro Dharma Unggul, merupakan pemilik manfaat NSSS.

Adapun Samuel Sekuritas, yang bertindak sebagai salah satu underwriter aksi ini, terafiliasi dengan NSSS melalui kepemilikan saham NSSS oleh Eunice M Satyono atau Miming Satyono. Dia adalah pemegang 99,74% saham PT Samuel International, di mana Samuel International menggenggam 75% saham Mitra Agro Dharmal Unggul.

Dan, berdasarkan data Indonesia SIPF,  Samuel International merupakan pemegang 75% saham Samuel Sekuritas.

Dalam prospektus awal, dikutip Kamis (16/2/2023), Nusantara sawit juga menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 1.784.117.650 atau 8,82%. Harga pelaksanaannya nanti antara Rp 182-285 sehingga dana dari waran di kisaran Rp 324,70-508,47 miliar. waran seri I dapat dilaksanakan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 11 September 2023 sampai dengan 11 September 2024. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru perseroan berhak memperoleh 1 waran di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru perseroan.

Dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan penawaran umum ini akan digunakan oleh perseroan untuk membiayai pembangunan fasilitas produksi, pembiayaan penanaman baru, dan modal kerja entitas anak. Dana tersebut akan disalurkan melalui mekanisme penyertaan modal kepada entitas anak sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang ditetapkan.

Sedangkan dana yang akan diperoleh perseroan dari hasil pelaksanaan waran seri I seluruhnya akan digunakan perseroan untuk mengalokasikan belanja modal ke entitas anak perseroan dengan mekanisme penyertaan modal.

Berdiri sejak 2009, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk merupakan perusahaan hulu perkebunan kelapa sawit dengan 5 area perkebunan berlokasi di Kalimantan Tengah, khususnya untuk penjualan produk minyak sawit berkualitas tinggi: tandan buah segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), dan biji sawit (PK).

Jadwal IPO Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS):

Masa penawaran awal: 17-22 Februari 2023

Tanggal efektif: 28 Februari

Masa penawaran umum: 2-8 Maret

Tanggal penjatahan: 8 Maret

Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 10 Maret

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia