Harga CPO Melesat Terdorong Sinyal Penguatan Permintaan
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melesat pada perdagangan Kamis (16/2/2023). Terdorong sinyal penguatan permintaan berdasarkan data hasil ekspor CPO Malaysia.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (16/2/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Maret 2023 naik 116 Ringgit Malaysia menjadi 4.030 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka berjangka pengiriman April 2023 meningkat 128 Ringgit Malaysia menjadi 4.064 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka pengiriman Mei 2023 terkerek 125 Ringgit Malaysia menjadi 4.069 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Juni 2023 menguat 122 Ringgit Malaysia menjadi 4.053 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak berjangka pengiriman Juli 2023 bertambah 118 Ringgit Malaysia menjadi 4.031 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Agustus 2023 naik 111 Ringgit Malaysia menjadi 4.005 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO terpantau berada dalam tren yang cenderung bullish. Sentimen yang mempengaruhi adalah sinyal penguatan dari sisi permintaan CPO, dilihat dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1-15 Februari yang naik sekitar 9% dibanding periode yang sama bulan sebelumnya.
“Selain itu, pemerintah Indonesia yang meningkatkan kewajiban DMO bagi para eksportir menjadi 50% hingga hari raya Idul Fitri mendatang, membuat pasokan CPO untuk tujuan ekspor menjadi berkurang, yang tentunya menjadi katalis positif bagi pergerakan harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (16/2/2023).
Yoga menilai, harga CPO bergerak pada resistance 4.150 Ringgit Malaysia per ton dan support 3.900 Ringgit Malaysia per ton. Melihat dari situasi pasar saat ini, yoga memprediksi kemungkinan tren harga CPO masih akan bergerak cenderung bullish jelang akhir pekan ini.
“Indikator yang dipantau antara lain perkembangan situasi di Malaysia, perubahan kebijakan di Indonesia terkait ekspor, perkembangan situasi di negara importir utama yakni India dan Tiongkok, dan situasi di pasar minyak nabati,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






