Jumat, 15 Mei 2026

Nah Ini yang Ditunggu Investor dari GOTO!

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Feb 2023 | 22:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – Kinerja fundamental PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terus membaik dinilai sebagai langkah maju bagi perseroan untuk bisa segera mendulang untung. Apalagi, hal itu diraih GOTO di tengah berbagai upaya efisiensi dan kemampuan pilar bisnisnya untuk membiayai operasional secara mandiri.

“Laporan dari manajemen GOTO memberikan gambaran bahwa perusahaan ini benar-benar fokus ke aspek profitabilitas. Konsen manajemen ini tentu sangat bagus buat investor, mengingat persepsi yang ada selama ini perusahaan start-up masih akan kesulitan untuk mencapai profitabilitas bisnis,” kata Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan, Jumat (17/2/2023).

Sebelumnya, manajemen GOTO merilis informasi bahwa perseroan menargetkan adjusted EBITDA akan positif pada kuartal IV-2023. Pencapaian itu lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya serta konsensus analis yang sempat memperkirakan baru terealisasi pada 2024, bahkan ada yang menyebut tahun 2025.

ADVERTISEMENT

Menurut Marolop, optimisme manajemen GOTO menjadi kabar baik untuk para investor yang sudah menanti-nantikan profitabilitas perseroan. “Target baru yang ambisius ini menunjukkan GOTO sangat serius untuk menjadi perusahaan yang berkesinambungan dan berkontribusi makin besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia selama bertahun-tahun ke depan,” tuturnya.

Dia menambahkan, membaiknya kinerja GOTO akan mendorong optimisme investor terhadap saham-saham teknologi kembali menguat. Apalagi, posisi GOTO sebagai ekosistem teknologi terbesar di Indonesia juga didukung oleh pengurus baru, baik komisaris maupun direksi, yang sudah teruji secara bisnis di berbagai sektor usaha.

“Secara bisnis, ekosistem GOTO juga makin menunjukkan sinergi yang kokoh dan menciptakan efisiensi yang optimal diantara tiga pilar yang ada yaitu on demand, e-commerce, serta payment dan teknologi finansial (GoTo Financial). Manajemen GOTO dengan dukungan tim komisaris yang punya kualitas global akan mampu membawa GOTO mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi nasional selama bertahun-tahun ke depan,” tambah Marolop.

Dia juga melihat bahwa sejak pandemi berakhir, aktivitas masyarakat untuk tetap menggunakan layanan di ekosistem GOTO makin tinggi. Konsumen juga sudah tidak terpengaruh terhadap berbagai perubahan kebijakan yang dilakukan oleh GOTO.

Hal itu menandakan bahwa konsumen GOTO sudah solid dan memiliki ketergantungan yang besar terhadap berbagai layanan yang ada di ekosistem teknologi terbesar di Indonesia ini.

Setelah PPKM berakhir, Marolop melihat bahwa kebutuhan terhadap jasa layanan di GOTO juga tetap tinggi. Dengan tingkat loyalitas konsumen yang kokoh tersebut, tentu akan mendorong masing-masing pilar bisnis di GOTO dapat segera membiayai aktivitas operasionalnya secara mandiri tanpa tergantung pada dukungan pendanaan eksternal layaknya perusahaan start-up.

“Dan rasanya, GOTO dengan fundamental yang makin baik bisa jadi sudah tidak cocok lagi disebut sebagai start-up. Lazimya perusahaan yang sudah makin matang, maka orientasi bisnis GOTO adalah profitabilitas. Itu yang sedang ditunggu realisasinya oleh investor,” tutup Marolop.

Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GOTO, Jacky Lo mengatakan bahwa arah positifnya Adjusted EBITDA ini diawali dengan mulai positifnya margin kontribusi seluruh segmen bisnis GOTO, yaitu on-demand, e-Commerce, dan GoTo Financial. Segmen bisnis on-demand sudah positif sejak menjelang akhir tahun 2022, sedangkan dua lainnya mulai kuartal I-2023.

”Hal ini menunjukkan perseroan dapat terus tumbuh secara sehat sambil terus melaju cepat menuju profitabilitas. Perseroan melakukan kajian secara berkala untuk memastikan implementasi optimal dari strategi bisnis yang berfokus pada bisnis intinya,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia