Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Lagi-Lagi Naik

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Sawit pipilan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sawit pipilan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lagi-lagi naik pada perdagangan Jumat (17/2/2023). Setelah pada Kamis (16/2/2023), harga CPO juga mencatatkan kenaikan. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (17/2/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Maret 2023 naik 65 Ringgit Malaysia menjadi 4.095 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka berjangka pengiriman April 2023 meningkat 64 Ringgit Malaysia menjadi 4.128 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka pengiriman Mei 2023 terkerek 62 Ringgit Malaysia menjadi 4.131 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Juni 2023 menguat 56 Ringgit Malaysia menjadi 4.109 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak berjangka pengiriman Juli 2023 bertambah 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.083 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Agustus 2023 naik 49 Ringgit Malaysia menjadi 4.054 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO terpantau berada dalam tren yang cenderung bullish. Sentimen yang mempengaruhi adalah perkembangan situasi di Malaysia, perubahan kebijakan di Indonesia terkait ekspor, perkembangan situasi di negara importir utama yakni India dan Tiongkok, dan situasi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO bergerak di kisaran resistance 4.100-4.200 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan support di 3.900-3.800 Ringgit Malaysia per ton,” ungkapnya, baru-baru ini.

Yoga menambahkan, saaat ini, Indonesia tengah menerapkan pengetatan ekspor dalam bentuk peningkatan DMO menjadi 50% untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam menghadapi libur hari raya Idul Fitri, dimana memang biasanya terjadi peningkatan drastis di sisi konsumsi dalam negeri.

Hal ini, lanjutnya, juga akan mempengaruhi Malasyia. Karena di Malaysia juga pastinya perlu memastikan  kestabilan pasokan dalam negeri khususnya dalam menghadapi lonjakan permintaan memasuki libur hari raya Idul Fitri. Selain itu, permintaan dari Tiongkok yang belum sepenuhnya pulih dan penurunan permintaan dari pasar Eropa yang dipicu oleh UU anti deforestasi, tentunya juga memberikan tekanan pada sisi permintaan.

Yoga juga mneegaskan, pelaksanaan program B35 yang mulai berlaku efektif pada 1 Februari lalu, memberikan dampak yang positif pada harga CPO. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan harga CPO, dimana jika dibandingkan untuk harga CPO saat ini dengan harga CPO di awal Februari, telah terjadi peningkatan harga sekitar 8%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia