Jumat, 15 Mei 2026

PGE Bakal Kantongi Dana IPO Rp 9 T

Penulis : Muawwan Daelami
20 Feb 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perseroan mematok harga IPO saham Rp 875, sehingga bakal meraup dana segar Rp 9,05 triliun.

Anak usaha PT Pertamina itu akan melepas 10,35 miliar saham atau 25% melalui IPO. Adapun IPO PGE dijadwalkan 20-22 Februari 2023 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) 24 Februari 2023. Aksi PGEO ini dikawal oleh penjamin pelaksana emisi efek yang terdiri atas Credit Suisse Sekuritas Indonesia, CLSA Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Turut juga dibantu oleh penjamin emis efek, yakni HSBC Sekuritas Indonesia, Bahana Sekuritas, Danasakti Sekuritas, dan Samuel Sekuritas.

Perseroan juga akan mengalokasikan maksimal 1,5%  dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO atau maksimal 630 juta saham untuk program opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan perseroan (management and employee stock option program (MESOP). Pemegang saham PGE saat ini adalah Pertamina Power Indonesia (PPI) 92,02% dan Pertamina Pedeve Indonesia (Pedeve) 7,98%.

ADVERTISEMENT

Direktur Keuangan PGE Nelwin Aldriansyah menegaskan, IPO saham bertujuan mendukung rencana pengembangan kapasitas terpasang perseroan sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang. Artinya, mayoritas dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex).

Nelwin menjelaskan, pada 2023, PGE menganggarkan belanja modal untuk investasi baru sebesar US$ 250 juta, jauh lebih besar dari 2022 yang hanya US$ 60 juta. Selanjutnya, pada 2024, PGE menyiapkan investasi baru senilai total US$ 350 juta. Jika ditotal, PGE menyiapkan investasi senilai US$ 1,6 miliar sepanjang 2023-2027.

“Makanya, kami menyisir berbagai alternatif pendanaan, seperti IPO. Dalam waktu dekat, kami juga akan menerbitkan green bond dan alternatif pembiayaan lainnya,” tambah Nelwin.

Per kuartal III-2022, pendapatan PGE mencapai US$ 287 juta, tumbuh 3,9%. Sejalan dengan itu, PGE membukukan kenaikan laba bersih signifikan, sebesar 67,8% menjadi US$111 juta.

Net profit margin (NPM) juga melesat dari 24% per kuartal III-2021 menjadi 38,8% per akhir kuartal III/2022. Kinerja solid PGE didukung kesepakatan kontrak jangka panjang atau rata-rata di atas 20 tahun dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebagai offtaker tunggal. Posisi ini sekaligus memastikan perolehan arus kas yang dapat diprediksi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia