Siap-Siap, IHSG Coba Tembus Level 7.000
JAKARTA, investor.id - IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada pekan ini. Rentang pergerakan indeks pekan ini ditaksir berkisar 6.850-7.150, dengan kecenderungan mencoba menembus level 7.000.
Level terendah indeks 6.850 sudah terjaga dalam sepekan terakhir. Semoga tidak tembus di bawah 6.800 dan bisa mencoba menembus level 7.000. Sentimen yang mendukung adalah laporan keuangan dan dividen setelah RUPS (rapat umum pemegang saham),” ujar pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono, Minggu (19/2/2023).
Baca Juga:
Harga SUN Berpotensi Menguat TerbatasDia memilih saham-saham penggerak IHSG untuk dikoleksi, seperti BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, ASII, dan TLKM. Dia juga menjagokan saham berbasis crude palm oil (CPO) dan turunannya, seperti LSIP, DSNG, dan TAPG.
Pada pekan lalu, IHSG naik 0,22% ke level 6.895. Market cap Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp 9.534 triliun.
Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi support indeks berada di level 6.864 dan level resistance maksimal 6.962. Pergerakan indeks pekan ini akan dipengaruhi sentimen hawkish dari The Fed, transaksi berjalan kuartal IV-2022 Indonesia yang diproyeksikan surplus, serta rilis kinerja laporan keuangan emiten besar.
“IHSG harus menyentuh resistance 6.962 terlebih dahulu, sebelum menembus 7.000,” ujar Nafan.
Nafan merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati sektor barang konsumen nonprimer (cyclicals), kesehatan, industri rastruktur eknologi, dan transportasi. Sektor industri dan infrastruktur patut dilirik, karena berhubungan kinerja perekonomian Indonesia yang cenderung ekspansif. Sebab, purchasing managers index (PMI) Indonesia sudah 17 bulan berturut-turut berstatus ekspansif.
“Artinya, sektor yang berkaitan dengan industri dan infrastruktur pasti mendukung, karena mendapat sentimen positif,” tegas Nafan.
Dia juga merekomendasikan pemodal mencermati saham sektor transportasi yang berhubungan dengan logistik. Bila industri ekspansi, otomatis konektivitas logistik semakin intensif, sehingga sektor ini menarik untuk dicermati.
Khusus sektor teknologi, Nafan menilai, untuk sementrara fenomena techwinter yang berkaitan kekhawatiran resesi sudah mulai mereda. Investor dapat mencermati sinyal hawkish dalam tightening monetary policy dari pejabat the Fed.
Menurut dia, para pelaku pasar berekspektasi kuat tahun ini The Fed menjalankan less aggressive tightening monetary policy. Berdasarkan analisis teknikal, dia merekomendasikan saham ASII, KLBF, TLKM, dan UNTR.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






