Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Cermati Potensi Cuan BBTN Hingga ISAT

Penulis : Indah Handayani
20 Feb 2023 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada Senin (20/2/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 6.828 – 6.961. Cermati potensi cuan BBTN hingga ISAT.

Pada perdagangan Jumat (17/2/2023), IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 6.895. Sektor kesehatan, konsumen primer, teknologi, keuangan bergerak positif dan menopang kenaikan IHSG.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, kenaikan impor Tiongkok membawa optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi global. Hal ini yang membuat BI meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2023 setelah sebelumnya proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dipangkas menjadi 2,3%.

ADVERTISEMENT

“BI kini memproyeksi bahwa bisa lebih dari 2,3% seiring dengan reopening ekonomi Tiongkok,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (20/2/2023).

Sejauh ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, Tiongkok terus beraksi dengan mendorong percepatan pemulihan ekonomi yang mereka miliki. Berhasil atau tidaknya, itu semua tergantung sejauh mana Tiongkok dapat mengendalikan Covid. Ruang gerak yang terbatas, telah membuat Tiongkok tidak bisa bergerak bebas dalam mempertahankan stabilitas ekonominya.

Well, Tiongkok setidaknya telah mencobanya, kita tunggu hasilnya ya,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan cermati potensi cuan pada sahan-saham berikut,

BBTN

Catat pendapatan bunga bersih menjadi Rp15,15 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari Rp13,20 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Last Price: 1.370

PER: 4,92x

PBV:0,67x

Support: 1.335

Resistance: 1.420

Target: 1.250 (Short term) 1.100 (long term)

Exit: 1.400 (Short term) 1.400 (long term)

INCO

Catatkan laba bersih senilai US$ 200,32 juta sepanjang tahun 2022.

Last Price: 6.775

PER: 21,28x

PBV: 1,82x

Support: 6.600

Resistance: 6.975

Target: 7.050 (Short term) 8.200 (long term)

Exit: 7.100 (Short term) 6.700 (long term)

BBCA

Last Price: 8.725 

Support: 8.550

Resistance: 8.975

MDKA

Last Price: 4.750

Support: 4.690

Resistance: 4.850

ISAT

Last Price: 6.500

Support: 6.325

Resistance: 6.775

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia