Beragam Sentimen Bayangi Harga Minyak di Awal Pekan
JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau melaju datar di awal pekan, Senin (20/2/2023). Hari ini pasar AS yang sedang libur dalam rangka perayaan Hari Presiden. Beragam sentimen di pasar mempengaruhi pergerakan arah minyak antara lain kelanjutan impor minyak Rusia oleh Tiongkok, eskalasi tensi Rusia dengan Barat, pernyataan dari Birol, serta ketegangan situasi di Timur Tengah.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Kementerian Perdagangan Tiongkok dilaporkan bertemu dengan sekitar 10 pengusaha kilang minyak independen untuk membahas terkait kesepakatan impor minyak mereka dengan Rusia, kata lima sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Selain kilang independen, pihak kementerian juga berencana menemui kilang yang dikelola negara pada bulan ini untuk membahas terkait kebijakan perdagangan bahan bakar Tiongkok yang telah dilonggarkan pemerintah pada akhir tahun lalu untuk mendorong ekspor, kata sumber.
“Pembicaraan tersebut diyakini akan berdampak pada rencana kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Rusia pada bulan depan,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (20/2/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy pada Jumat (17/2/2023) mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki serangan terhadap jalur pipa gas Nord Stream pada September lalu.
Baca Juga:
Minyak Turun Tipis Menanti Katalis BaruTim Research and Development ICDX menilai, langkah dari Rusia tersebut berpotensi memicu eskalasi tensi antara Rusia dengan pihak Barat, pasalnya berdasarkan sebuah tulisan oleh wartawan investigasi Seymour Hersh pada minggu lalu dikatakan bahwa penyelam Angkatan Laut AS yang telah menghancurkan jaringan pipa Nord Stream itu dengan bahan peledak atas perintah Presiden Joe Biden.
Sementara itu, Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol pada hari Sabtu memperingatkan kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan energi pada musim dingin mendatang yang disebabkan oleh stok gas alam yang tersedia saat ini di pasar masih relatif sedikit sementara konsumsi Tiongkok diperkirakan akan meningkat tahun ini.
Senada dengan pernyataan Birol, Klaus Mueller, kepala badan jaringan Jerman yang mengatur pasar gas dan listrik, dalam sebuah wawancara dengan Deutschlandfunk pada hari Minggu mengatakan dia tidak dapat mengecualikan kemungkinan kekurangan gas pada musim dingin mendatang, terutama karena Jerman sekarang harus mengisi fasilitas penyimpanan tanpa pasokan gas dari Rusia.
Lebih lanjut Tim Research and Development ICDX mengatakan, sentimen positif lainnya datang dari situasi di Timur Tengah yang memanas pasca serangan rudal yang diluncurkan oleh Israel pada Minggu pagi yang menargetkan beberapa wilayah di Damaskus dekat kompleks keamanan yang menjadi pangkalan sekutu Suriah, Iran. Dua sumber intelijen Barat mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan pusat logistik milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 79 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






