Jumat, 15 Mei 2026

Tuntaskan Private Placement, Boy Thohir dan Chander Kuasai Saham Surya Esa (ESSA)

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Feb 2023 | 14:50 WIB
BAGIKAN
PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.
PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, Investor.id -  Garibaldi Thohir atau Boy Thohir dan Chander Vinod Laroya menambah kepemilikan saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Penambahan saham tersebut berasal dari pembelian saham dari penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement.

Perseroan sebelumnya telah mendapatkan restu pemegang saham untuk menggelar private placemet dengan menerbitkan sebanyak 1.566.088.700 saham baru dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Harga pelaksanaannya Rp 1.025 per saham. Total dana dari private placement tersebut Rp 1,6 triliun.

Sedangkan pihak yang mengambil bagian dalam PMTHMETD ini adalah Chander Vinod Laroya yang merupakan presiden direktur ESSA sebanyak 783.044.350 saham dan Garibaldi ‘Boy’ Thohir juga 783.044.350 saham. Tanggal penerbitan dan pencatatannya pada 17 Februari 2023. Sedangkan pengumuman hasil pelaksanaan bakal digelar pada 20 Februari.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/2/2023), Garibaldi Thohir membeli sebanyak 783,04 juta saham dengan total dana Rp 802 miliar. Pembelian tersebut menjadikan Boy Thohir sebagai pemegang 6,4% saham ESSA atau naik dari posisi sebelumnya 2,04%.

Sedangkan Chander membeli sebanyak 783,04 juta saham dengan transaksi Rp 802 miliar. Hal ini menjadikan kepemilikan saham Chander di ESSA bertambah dari 13,02% menjadi 16,38% saham.

Harga ARB

Sedangkan harga saham ESSA anjlok hingga auto reject bawah (ARB) usai diumumkan lonjakan kinerja keuangan dengan rekor tertinggi baru sepanjang masa. Berdasarkan data, harga saham ESSA turun Rp 65 (6,60%) menjadi Rp 920. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 920-985 per saham.

Penurunan harga saham ini juga terjadi setelah perseroan menuntaskan private placement dan pengumuman kinerja keuangan Surya Esa. Perseroan memecahkan rekor pendapatan pendapatan tertinggi dan laba bersih sepanjang sejarah. Pendapatan perseroan melesat 141% menjadi sebesar US$ 731 juta hingga akhir 2022 dan EBITDA naik 161% menjadi US$ 354 juta. Sedangkan laba bersih melambung 894% menjadi US$ 139 juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 14 juta.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia