Emiten Sultan Subang (ZATA) Ungkap Fakta Baru soal Utang ke Bank Raya
JAKARTA, investor.id - Emiten Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) memberikan jawaban atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam permohonan penjelasan, BEI penasaran terkait ada atau tidaknya denda keterlambatan pembayaran yang harus dibayarkan ZATA kepada PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Mengingat ZATA baru melakukan pembayaran kepada Bank Raya setelah 29 Desember 2022, atau melewati batas jatuh tempo.
Baca Juga:
Sultan Subang Mau Buyback Saham ZATA“Terdapat denda atas keterlambatan pembayaran kewajiban Bank Raya Indonesia,” papar Direktur Utama ZATA Elidawati dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (21/2/2023).
Menurut dia, jumlah denda yang dikenakan senilai Rp 47,25 juta. Dan perseroan tidak memiliki sisa utang kepada Bank Raya Indonesia.
“Perseroan telah mengungkapkan atas informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan usaha perseroan,” ungkap Elidawati.
Sebelumnya, dalam prospektus initial public offering (IPO) ZATA disebutkan bahwa ZATA berencana menggunakan dana IPO salah satunya untuk melakukan pelunasan utang kepada PT Bank Raya Indonesia Tbk yang jatuh tempo pada 29 Desember 2022, sekitar Rp 22,21 miliar.
Adapun pada perdagangan Senin (20/2/2023), saham ZATA ditutup menguat 1,47% ke Rp 69. Namun dalam 3 bulan terakhir ambles 71,01%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



