Kamis, 14 Mei 2026

Emiten Sultan Subang (ZATA) Ungkap Fakta Baru soal Utang ke Bank Raya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Feb 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
PT Bersama Zatta Tbk (ZATA) atau Elcorps. (Ilustrasi/Perseroan)
PT Bersama Zatta Tbk (ZATA) atau Elcorps. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) memberikan jawaban atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam permohonan penjelasan, BEI penasaran terkait ada atau tidaknya denda keterlambatan pembayaran yang harus dibayarkan ZATA kepada PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Mengingat ZATA baru melakukan pembayaran kepada Bank Raya setelah 29 Desember 2022, atau melewati batas jatuh tempo.

“Terdapat denda atas keterlambatan pembayaran kewajiban Bank Raya Indonesia,” papar Direktur Utama ZATA Elidawati dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (21/2/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, jumlah denda yang dikenakan senilai Rp 47,25 juta. Dan perseroan tidak memiliki sisa utang kepada Bank Raya Indonesia.

“Perseroan telah mengungkapkan atas informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan usaha perseroan,” ungkap Elidawati.

Sebelumnya, dalam prospektus initial public offering (IPO) ZATA disebutkan bahwa ZATA berencana menggunakan dana IPO salah satunya untuk melakukan pelunasan utang kepada PT Bank Raya Indonesia Tbk yang jatuh tempo pada 29 Desember 2022, sekitar Rp 22,21 miliar.

Adapun pada perdagangan Senin (20/2/2023), saham ZATA ditutup menguat 1,47% ke Rp 69. Namun dalam 3 bulan terakhir ambles 71,01%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia