Jumat, 15 Mei 2026

Moody’s Revisi Outlook BUMA Jadi Stabil, Tegaskan Peringkat Ba3

Penulis : Fajar Widhiyanto
21 Feb 2023 | 14:17 WIB
BAGIKAN
Moodys meningkatkan outlook PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi stabil, sekaligus mempertahankan peringkat Ba3 masing-masing untuk Corporate Family Rating (CFR) dan Senior Secured Notes.
Moodys meningkatkan outlook PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi stabil, sekaligus mempertahankan peringkat Ba3 masing-masing untuk Corporate Family Rating (CFR) dan Senior Secured Notes.

JAKARTA, Investor.id - Lembaga pemeringkat global, Moody’s Investors Service (Moody’s) telah meningkatkan prospek outlook PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi Stabil, sekaligus menegaskan peringkat Ba3 untuk masing-masing Corporate Family Rating (CFR) dan Senior Secured Notes BUMA.

Peningkatan outlook ini sekaligus menjadi bukti kemajuan solid BUMA dalam menerapkan strateginya untuk tumbuh dan melakukan diversifikasi kegiatan operasional, menghasilkan metrik kredit yang lebih kuat, serta menurunkan konsentrasi risiko kredit yang lebih rendah.

Ronald Sutardja, Presiden Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk yang merupakan perusahaan induk BUMA, menjelaskan, revisi outlook BUMA menunjukkan bukti keluarga besar BUMA telah menunjukkan kinerja terbaiknya.

“Pencapaian ini sesuai dengan strategi besar Delta Dunia untuk terus mengembangkan bisnis inti kami sebagai pengembang jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia dan memperkuat kualitas operasional kami di seluruh tahap penambangan. Dengan dinaikkannya peringkat BUMA oleh Moody’s, kami berharap dapat semakin memperkuat kepercayaan para investor dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” kata Ronald, Selasa (21/2/2023).

ADVERTISEMENT

Moody’s melihat bahwa tata kelola BUMA adalah salah satu faktor kunci yang mendorong peringkat stabil berdasarkan ekspektasi Moody’s bahwa BUMA akan mengikuti kebijakan finansial konservatif untuk investasi dan pendapatan pemegang saham. Hasilnya, Moody’s telah mengubah nilai profil tata kelola BUMA dari G-4 menjadi G-3, serta mengubah nilai profil nilai kredit ESG (Environmental, Social, and Governance) BUMA dari CIS-4 menjadi CIS-3.

“Perubahan nilai profil pada nilai kredit ESG merupakan salah satu upaya kami dalam memenuhi kebutuhan sumber daya global secara efisien dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus menerapkan langkah-langkah strategis di seluruh wilayah operasional kami, baik yang saat ini sudah berjalan, maupun yang akan kami kembangkan ke depannya, untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.

“Beberapa strategi yang kami lakukan di antaranya dengan mengadopsi prinsip-prinsip keunggulan operasional berbasis teknologi dengan fokus ESG yang kuat serta diversifikasi menuju portfolio pertumbuhan berkelanjutan yang tangguh dalam ekonomi rendah karbon,” imbuh Ronald.

PT Delta Dunia Makmur Tbk didirikan pada tahun 1990, dan melalui anak usaha utamanya, PT Bukit Makmur Utama (BUMA), merupakan kontraktor jasa pertambangan batubara kedua terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksi, yang menyediakan jasa penambangan untuk beberapa produsen batu bara terbesar di Indonesia. PT Delta Dunia Makmur Tbk. tercatat pada papan Bursa Efek Indonesia (Kode BEI: DOID). 

Sementara PT Bukit Makmur Mandiri Utama didirikan pada tahun 1998,merpakan  kontraktor jasa pertambangan di Indonesia dan Australia yang menyediakan layanan penambangan terbuka untuk produsen batu bara termal dan metalurgi. BUMA dimiliki 100% (dikurangi satu saham) oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia