Ekonomi Tiongkok Pulih Bisa Dongkrak Harga Kertas, Begini Dampaknya bagi Saham Indah Kiat (INKP)
JAKARTA, investor.id - Kinerja keuangan dan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) diproyeksikan dalam tren bertumbuh tahun ini, seiring ekspektasi kenaikan harga jual produk pulp dan kertas setelah pembukaan kembali ekonomi Tiongkok.
Analis Samuel Sekuritas Daniel A Didjaja dan Yosua Zisokhi mengungkapkan, rata-rata harga jual kertas diperkirakan naik 2-3% pada 2023-2024, yang berimbas terhadap kenaikan pendapatan dan laba bersih Indah Kiat tahun ini. Sedangkan beban produksi memang ikut meningkat, meski demikian perseroan diprediksi mampu untuk mempertahankan margin laba operasional di atas 25%.
“Sedangkan dari sisi laba bersih, meskipun ada penambahan utang senilai US$ 116,5 juta pada awal 2023, kami memperkirakan interest coverage ratio tetap tinggi pada angka 5 kali yang membantu laba bersih diharapkan bertumbuh 8,5% tahun ini,” tulis Daniel dan Yosua dalam risetnya.
Terkait produksi, Indah Kiat diperkirakan mencetak 2,16 juta ton pulp dan 0,99 juta ton kertas, serta 1,60 juta ton kertas industri (termasuk tisu) sampai September 2022. Angka tersebut telah merefleksikan 70% dari target produksi tahun 2022.
Dengan tren peningkatan harga jual, laba bersih emiten berkode saham INKP ini diprediksi meningkat menjadi US$ 680 juta tahun ini dibandingkan perkiraan tahun 2022 senilai US$ 632 juta. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat dari perkiraan US$ 3,65 miliar pada 2022 menjadi US$ 3,77 miliar pada 2023.
Sejumlah fakta tersebut mendorong Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham INKP dengan target harga Rp 9.900. Target tersebut merefleksikan PE tahun 2023 sekitar 5,3 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi industri kertas stabil tahun 2023, yang didukung dengan kondisi keuangan yang solid.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






