Emas Tergelincir 7,70 Dolar, Tertekan Greenback Lebih Kuat
CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), membukukan kerugian untuk sesi kedua berturut-turut tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat. Para trader menunda taruhan besar guna mengantisipasi lebih banyak isyarat kebijakan moneter dari risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) pada Februari 2023.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 7,70 dolar AS atau 0,42% menjadi ditutup pada 1.842,50 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.856,40 dolar AS dan terendah di 1.839,00 dolar AS.
Emas berjangka melemah 1,60 dolar AS atau 0,09% menjadi 1.850,20 dolar AS pada Jumat (17/2), setelah terangkat 6,50 dolar AS atau 0,35% menjadi 1.851,80 dolar AS pada Kamis (16/3), dan anjlok 20,10 dolar AS atau 1,08% menjadi 1.845,30 dolar AS pada Rabu (15/2).
Bursa Comex ditutup pada Senin (20/2) untuk libur memperingati Hari Presiden.
Dolar AS menguat pada Selasa (21/2), karena pelaku pasar menyaring data ekonomi terbaru dengan indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,31% menjadi 104,1723.
Para trader juga menunggu rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat. Menurut para analis pasar, mungkin secara tak terduga hawkish, sehingga memberi petunjuk ke arah yang ingin diambil Fed dengan melanjutkan kenaikan suku bunga.
Pasar juga menunggu banyak pembicara Fed minggu ini, karena inflasi AS yang terlalu panas dan kekuatan di pasar tenaga kerja membuat kebijakan bank sentral menjadi fokus.
Pembacaan inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan dengan cepat menghentikan reli harga emas baru-baru ini, karena pasar secara drastis menilai kembali ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga tahun ini.
Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS dari Global S&P membukukan 50,5 pada Februari, naik dari 46,8 pada Januari. Sementara Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS dari S&P Global tercatat 47,8 pada Februari, naik dari 46,9 pada awal tahun.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 17,50 sen atau 0,81%, menjadi menetap pada 21,89 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 27,20 dolar AS atau 2,95%, menjadi ditutup pada 948,60 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






