Jumat, 15 Mei 2026

Tingkatkan Kapitalisasi Pasar, Pemerintah Dorong BUMN Go Public

Penulis : Muawwan Daelami
24 Feb 2023 | 16:58 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury memberikan sinyal kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan entitasnya untuk menaikkan kapitalisasi pasar (market capitalization) melalui go public.
Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury memberikan sinyal kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan entitasnya untuk menaikkan kapitalisasi pasar (market capitalization) melalui go public.

JAKARTA, Investor.id –  Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury memberikan signal kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan entitasnya untuk menaikkan kapitalisasi pasar (market capitalization) melalui go public atau mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Ke depan, kita perlu diskusi bagaimana BUMN, anak usaha BUMN, atau subholding yang sudah besar untuk membuka diri, transparan, lebih profesional dan melakukan penghimpunan dana publik melalui IPO saham guna mendukung pengembangan bisnis ke depan,” jelas Pahala kepada media, Jumat (24/2).

Pasalnya, menurut dia, peningkatan fundamental setiap perusahaan pelat merah merupakan upaya yang secara konsisten dilakukan Kementerian BUMN. Termasuk, bagaimana Kementerian BUMN terus mengkaji untuk menambah jumlah perusahaan BUMN memiliki kapitalisasi besar.

ADVERTISEMENT

“Jumlah BUMN yang memiliki ukuran besar dengan batasan nilai kapitalisasi minimum 10% harus didiskusikan. Karena perusahaan yang besar, seperti PT Pertamina Hulu Energy (PHE) atau lainnya yang kapitalisasinya 1% saja sudah di atas nilai tertinggi IPO yang pernah ada,” ucap Pahala.

Karena itu, dirinya menolak jika dibilang IPO saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE gagal. Sebab, PGE telah berhasil menghimpun total dana sebesar Rp 9 triliun. Artinya, IPO anak usaha PT Pertamina (Persero) ini bagus lantaran jumlah saham yang ditawarkan dibandingkan dengan dana yang terkumpul terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed).

“Jadi, saya kurang setuju kalau IPO PGE ini dikatakan tidak sukses. Lihat saja, kinerja perusahaan ke depan karena harapan kami pasar modal melihat bagaimana fundamental,” ujar Pahala.

Apalagi, bila dicermati lebih lanjut, satu dari lima investor besar yang berpartisipasi dalam aksi korporasi PGE ini merupakan perusahaan pengelolaan dana BUMN. Ditambah, Pahala menyatakan, dukungan Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN yang ingin IPO saat ini sudah berjalan baik.

“Apakah kita perlu dorong lebih lanjut, saya rasa masing-masing perusahaan mempunyai gabungan share mereka masing-masing dan faktor-faktor yang tentunya kita hormati,” tuturnya.

Dalam sambutannya di seremoni pencatatan saham PGE di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/2), Pahala juga menyampaikan bahwa Kementerian BUMN mengharapkan, pencatatan saham PGE bisa menjadi momentum khususnya bagi Pertamina.

“Kami berharap dengan kesempatan ini di mana PGE bisa mengumpulkan dana sebesar 9 triliun, harapannya dana tersebut akan menjadi tanggung jawab kepada PGE untuk bisa menjadi perusahaan yang semakin terbuka, akuntabel, dan profesional,” terang Pahala.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia