Jumat, 15 Mei 2026

United Tractors (UNTR) Makin Terpincut dengan Bisnis Tambang Non Batu Bara

Penulis : Zsazya Senorita
24 Feb 2023 | 22:24 WIB
BAGIKAN
Fasilitas pengolahan emas PT United Tractors Tbk (UNTR). (Foto: UNTR)
Fasilitas pengolahan emas PT United Tractors Tbk (UNTR). (Foto: UNTR)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) makin terpincut dengan bisnis pertambangan non batu bara. United Tractors melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara (Pama), kembali mengincar perusahaan tambang mineral.

“Ada satu perusahaan lagi dan beberapa yang on pipe, kami sedang intensif untuk masuk di area mineral. Kalau ada yang baru, kami tertarik. Ada due diligence yang on pipe. Nanti kalau sudah jadi, pasti dikasih tahu,” kata Kepala Divisi Safety Health and Environment (SHE) Pamapersada Nusantara, Herjadi Budiman, di Jakarta, Jumat (24/2/2023).

Herjadi mengungkapkan, pihaknya sudah memulai diversifikasi bisnis non coal, dimana saat ini memiliki dua pertambangan emas. Untuk mineral lainnya, Pamapersada baru saja mengakuisisi perusahaan pertambangan nikel, yaitu PT Stargate Pasific Resources (SPR) dan PT Stargate Mineral Asia (SMA), masing-masing 90% saham.

ADVERTISEMENT

Akuisisi tersebut dilakukan melalui PT Danusa Tambang Nusantara (Danusa) yang 60% sahamnya dimiliki United Tractors dan 40% milik Pamapersada.

SPR merupakan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dengan cadangan nikel low-high grade.

“Energi sudah masuk, yang minihidro kami mengakuisisi Arkora (PT Arkora Hydro Tbk/ARKO) sebagai bagian dari renewable energy. Itu sudah kami ambil,” sebut Herjadi.

Berawal dari divisi rental United Tractors (UNTR), Pamapersada kemudian berdiri sendiri menjadi perusahaan sejak 1993. Perusahaan di bidang kontraktor pertambangan ini memiliki 15 area operasi pertambangan batu bara dan dua area operasi pertambangan emas.

Sebagai kontraktor pertambangan, selama ini Pamapersada berfokus pada batu bara. Meski demikian, untuk meningkatkan fleksibilitas usaha, Pamapersada melakukan diversifikasi bisnis.

Diversifikasi bisnis Pamapersada diarahkan ke ekstraksi coking coal dan mineral lain seperti emas, nikel, dan tembaga serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Saat ini, Pamapersada melayani produsen batu bara utama di Indonesia, seperti PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, PT Bukit Asam Tbk, PT Indominco Mandiri, PT Jembayan Muarabara, PT Kideco Jaya Agung, hingga PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia