Jumat, 15 Mei 2026

Saham-Saham Inggris, Jerman dan Prancis Ditutup Memerah

Penulis : Indah Handayani
25 Feb 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa Eropa. Foto AFP
Ilustrasi bursa Eropa. Foto AFP

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis ditutup memerah pada Jumat waktu setempat (24/2/2023).

Saham-saham Inggris memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergerus 29,06 poin (0,37%) menjadi menetap di 7.878,66 poin.

Indeks FTSE 100 merosot 22,91 poin (0,29%) menjadi 7.907,72 poin pada Kamis (23/2/2023). Setelah jatuh 47,12 poin (0,59%) menjadi 7.930,63 poin pada Rabu (22/2/2023). Tergelincir 36,56 poin (0,46%) menjadi 7.977,75 poin pada Selasa (21/2/2023).

ADVERTISEMENT

Saham Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

Sedangkan saham-saham Jerman berbalik melemah tajam dari keuntungan dua hari berturut-turut. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 265,95 poin (1,72%) menjadi menetap di 15.209,74 poin.

Indeks DAX 40 terangkat 75,80 poin (0,49%) menjadi 15.475,69 poin pada Kamis (23/2/2023). Setelah menguat 2,27 poin (0,01%) menjadi 15.399,89 poin pada Rabu (22/2/2023). Merosot 79,93 poin (0,52%) menjadi 15.397,62 poin pada Selasa (21/2/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya empat saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 36 saham lainnya mengalami kerugian.

BASF SE, sebuah perusahaan industri kimia terbesar di dunia asal Jerman yang berkantor pusat di Ludwigshafen mencatat top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 7,86%.

Sementara itu, saham-saham Prancis berbalik melemah tajam dari kenaikan sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot 130,16 poin (1,78%) menjadi menetap di 7.187,27 poin.

Indeks CAC 40 bangkit 18,17 poin (0,25%) menjadi 7.317,43 poin pada Kamis (23/2/2023). Setelah menyusut 9,39 poin (0,13%) menjadi 7.299,26 poin pada Rabu (22/2/2023). Terpangkas 26,96 poin (0,37%) menjadi 7.308,65 poin pada Selasa (21/2/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak enam saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 34 saham lainnya menderita kerugian.

Saham Kering SA, sebuah perusahaan yang merancang, memproduksi, dan memasarkan barang-barang fesyen mewah Prancis menjadi top loserdi antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 4,29%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia