Minim Katalis, IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
27 Feb 2023 | 04:00 WIB
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan melanjutkan pelemahan pada pekan ini dan bergerak di level 6.825-6.900. Saat ini, indeks tak memiliki katalis kuat untuk menjebol level psikologis 7.000.
Sepanjang pekan lalu, indeks turun 0,57% ke level 6.856. Investor asing masih mencetak net buy Rp 76 miliar.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, selama satu bulan terakhir, indeks terjebak dalam stagnasi di fase konsolidasi dengan rentang pergerakan 6.825-6.965.
“Seperti biasa, memasuki awal bulan, banyak data ekonomi yang kita nantikan, karena akan berpengaruh terhadap IHSG, baik menyeret menurun atau sebaliknya. Namun, secara teknikal, kami melihat pekan ini indeks masih berpotensi turun,” kata dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Nico menjelaskan, tahun politik 2023 nampaknya gagal membawa indeks untuk bangkit. Sebab, pasar masih wait and see siapa saja calon presiden yang akan maju dalam pemilu beserta visi dan misi politik yang akan dibawa. Maka dari itu, tingginya ketidakpastian membuat pasar akan lebih volatile.
“Kalau kita perhatikan, biasanya pasar akan bereaksi positif lebih banyak ketika ada pemimpin masuk ke periode kedua. Namun, situasi dan kondisinya berbeda tahun ini, karena capres dan cawapres semuanya baru, sehingga akan menimbulkan ketidakpastian baru bagi pasar. Pasar paling tidak suka dengan ketidakpastian,” ujar dia.
Nico melanjutkan, pelaku pasar berharap presiden selanjutnya memiliki memiliki gaya dan karakter pemimpin yang sama dengan sebelumnya atau bahkan lebih baik. Selain itu, diharapkan capres memiliki rencana rencana bisnis yang jelas dan terukur.
“Ketika calon tersebut diperkenalkan kepada publik dan sesuai dengan ekspektasi, tentu ini akan mendorong IHSG,” kata dia.
Analis Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima yang mengatakan, sentimen tahun politik kali ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Indeks. Sebab, hingga saat ini, belum ada capres yang memiliki visi dan misi yang spesial. “Berbeda saat Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 lalu yang berniat jorjoran membangun infrastruktur,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Ekuator Swarna Capital Hans Kwee mengungkapkan beberapa data global yang akan mengiringi perjalanan indeks pekan ini adalah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), pengukur inflasi pilihan The Fed, yang naik menjadi 0,6% Januari 2023, setelah naik hanya 0,2% pada Desember 2022.
Selain itu, dia menerangkan, pengeluaran konsumen yang menyumbang dua pertiga lebih aktivitas ekonomi Amerika Serikat (AS) juga naik ke level 1,8% bulan lalu, melebihi perkiraan kenaikan 1,3%.
Kenaikan tajam PCE, kata dia, memperkuat ekspektasi The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan hawkish lebih lama. Dengan demikian, hal ini dikhawatirkan akan melanggengkan rezim suku bunga tetap tinggi
Harga SUN
Di sisi lain, harga surat utang negara (SUN) diprediksi melanjutkan penurunan pekan ini, dengan kenaikan imbal hasil (yield) tenor 10 tahun menjadi 6,7-6,8%, dibandingkan dua pekan terakhir 6,6-6,7%.
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menyebutkan, tekanan terhadap pasar SUN masih akan berlanjut. Pekan lalu, pasar surat berharga negara (SBN) di Indonesia turun.
"Kalau saya lihat pekan ini, tekanan global masih cukup besar yang dapat menekan harga SUN," jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (26/2/2023).
Ramdhan menyatakan, potensi kenaikan suku bunga acuan di beberapa negara membuat kekhawatiran pasar kembali meningkat. Sementara itu, penurunan harga dan imbal hasil SUN membatasi aliran dana masuk (inflow) ke pasar SBN dibandingkan beberapa waktu lalu.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






