Jumat, 15 Mei 2026

Dukung Brand Lokal Berkembang, KINO Bentuk Program Akselerator

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
28 Feb 2023 | 17:07 WIB
BAGIKAN
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) luncurkan program Kinovation, program akselerator yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan brand lokal
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) luncurkan program Kinovation, program akselerator yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan brand lokal

JAKARTA, investor.id - Dukung brand lokal berkembang, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) luncurkan program Kinovation, sebuah program akselerator yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan brand Direct To Customer (D2C) lokal di Indonesia.

CEO Kino Indonesia (KINO) Sidharta Oetama memaparkan bahwa pembentukan program ini sejalan dengan   minat konsumen terhadap direct to customer [D2C] brand yang diperkirakan akan terus meningkat di Indonesia. D2C brand merupakan model bisnis yang melakukan penjualan langsung kepada konsumen tanpa bantuan perantara seperti reseller atau dropshipper.

Ia melanjutkan, di Indonesia, porsi pasar D2C masih kurang dari 1% dari keseluruhan pasar e-commerce namun memiliki tingkat pertumbuhan besar, didorong oleh luasnya target audience, naiknya jumlah pembeli online, tingginya pendapatan per kapita dalam negeri, serta banyaknya perusahaan kapitalis ventura yang mulai memberi dukungan modal pada perusahaan rintisan D2C lokal.

ADVERTISEMENT

“Melihat besarnya potensi tersebut, pada 22 Februari 2023, Kino Indonesia meluncurkan Kinovation, program akselerator yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan brand D2C lokal di Indonesia,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/2/23).

Sidharta menambahkan, pada  era digital seperti saat ini, Kino percaya brand D2C lokal memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dengan brand ritel maupun brand global selama para perusahaan tersebut mampu menjaga konsistensi kualitas serta memiliki strategi marketing dan distribusi yang kuat. Program akselerator Kinovation merupakan wujud komitmen Kino dalam mendukung perkembangan brand lokal serta UMKM di Indonesia.

Perseroan berharap program ini bisa menjadi jembatan bagi para pelaku usaha untuk menjalin hubungan dengan para pemain industri yang ahli di bidang masing-masing sehingga membuka peluang kerjasama ke depannya. Program ini menghadirkan bootcamp intensif berdurasi satu bulan yang menggandeng banyak pemain industri dari berbagai sektor termasuk e-commerce, ritel, serta media digital.

Selama menjalani program akselerator Kinovation, nantinya para peserta akan mendapatkan sesi mentoring 1-on-1 dengan pemain industri, kunjungan kantor, serta workshop, yang akan membuka berbagai kesempatan kolaborasi bisnis antara peserta dengan para ahli industri.

Head of Industry Meta Indonesia Aldo Rambie menambahkan dengan adanya teknologi-teknologi Meta, orang-orang dapat menemukan beragam konten yang menghibur, informatif, dan juga inspiratif. Karena itu, Facebook, Instagram, dan WhatsApp menjadi platform bagi orang-orang untuk bertemu dan menjalin koneksi yang bermakna, termasuk mempertemukan bisnis dengan konsumen.

Lebih lanjut, agar koneksi itu dapat memberikan dampak bagi bisnis, brand D2C juga dituntut untuk dapat membuat strategi digital marketing dengan memanfaatkan media sosial, terutama Facebook, Instagram, dan WhatsApp secara optimal, termasuk membangun narasi branding yang menarik bagi konsumen. “Lewat program akselerator Kinovation, peserta akan memiliki kesempatan untuk mempelajari strategi marketing yang relevan dengan perubahan zaman,” kata Aldo Rambie dari Meta Indonesia merupakan salah satu partner program akselerator Kinovation.

Nantinya  Kinovation akan memilih 10 brand D2C lokal yang memiliki kriteria, pertama yakni Brand milik sendiri dengan tim pendiri yang solid dan memiliki latar belakang kuat atau relevan, kedua dengan Jumlah transaksi yang baik yang menunjukan potensi skalabilitas. Kemudian yang ketiga yakni memiliki perencanaan serta peta jalan dalam mencapai ‘product-market fit’, lalu yang keempat yakni Brand dan pendiri tidak sedang menjalani program akselerator lainnya. Terakhir, brand yang memiliki nilai ESG [Environmental, Social, and Governance] akan menjadi nilai tambah.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia