Kamis, 14 Mei 2026

Bank Jago (ARTO) Menguat, Volume Transaksi Terbesar dalam Setahun Terakhir

Penulis : Parluhutan Situmorang
1 Mar 2023 | 08:16 WIB
BAGIKAN
Nasabah mendapatkan pelayanan di Kantor Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah mendapatkan pelayanan di Kantor Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id – Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) ditutup menghijau diiringi dengan peningkatan nilai transaksi sepanjang perdagangan saham kemarin. Bahkan, volume transaksi ini yang terbesar dalam satu tahun terakhir.

Nilai transaksi saham ARTO mencapai hampir Rp 1 triliun pada Selasa (28/2/2023). Sebanyak 380 juta saham ARTO ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 11.793x dengan nilai transaksi mencapai Rp 955 miliar.

Tidak biasanya saham ARTO ditransaksikan dengan nilai turnover hampir Rp 1 triliun hingga menduduki peringkat keempat top trading value di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Sehari sebelumnya nilai transaksi saham ARTO hanya Rp 111,5 miliar saja dengan volume 45,2 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 9.123x.

ADVERTISEMENT

Peningkatan volume, frekuensi, dan nilai perdagangan juga diikuti dengan kenaikan harga saham. Hingga penutupan perdagangan saham ARTO berakhir di zona hijau dengan apresiasi 1,62% ke Rp 2.510 per saham.

Di tengah tekanan perdagangan saham ARTO, beberapa analis masih memandang positif untuk outlook bank digital yang satu ini. Tiga sekuritas memberikan rekomendasi beli di antaranya Credit Suisse dengan rekomendasi outperform, Mandiri Sekuritas rekomendasi buy, dan BNI Sekuritas mempertahankan buy.

Riset BNI Sekuritas menjadi laporan terbaru yang memberikan rating buy untuk saham ARTO dengan target harga Rp 4.100 per saham.

Ada beberapa poin yang menjadi sorotan BNI Sekuritas atas saham ARTO. Dari sisi valuasi ARTO dinilai sudah lebih reasonable dan ditransaksikan dengan Price to Book Value (PBV) 4,1x lebih rendah dari NuBank, bank digital di Brazil telah mencapai 4,4x.

Di sisi lain BNI Sekuritas juga menilai pertumbuhan kredit ARTO dapat ditopang dengan adanya kerja sama dengan GOTO Financials (GTF) dan melalui BFI Finance (BFIN) sehingga pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 50% dan bahkan bisa mencapai dobel di tahun 2023 dalam scenario bullish.

Lebih lanjut tim riset broker saham tersebut juga menilai prospek kinerja keuangan ARTO akan menunjukkan tren kenaikan signifikan tahun ini. Pendapatan bunga bersih ARTO diprediksi melonjak menjadi Rp 2,1 triliun dan laba bersihnya tembus Rp 153 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 28 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 37 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 54 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia