Jumat, 15 Mei 2026

Greenback Melemah, Harga Emas Terkerek 8,70 Dolar

Penulis : Grace El Dora
2 Mar 2023 | 09:15 WIB
BAGIKAN
Seorang karyawan menyusun emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria. (Foto: Antara)
Seorang karyawan menyusun emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria. (Foto: Antara)

CHICAGO, investor.id – Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut didorong oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Sebelumnya aktivitas manufaktur Tiongkok berkembang pada laju tercepat sejak April 2012, membuat para pelaku pasar menjauh dari mata uang aman dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange terkerek 8,70 dolar AS atau 0,47% menjadi ditutup pada 1.845,40 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.852,50 dolar AS dan terendah di 1.829,60 dolar AS.

Emas berjangka melonjak 11,80 dolar AS atau 0,65% menjadi 1.836,70 dolar AS pada Selasa (28/2), setelah terangkat 7,80 dolar AS atau 0,43% menjadi 1.824,90 dolar AS pada Senin (27/2), dan tergelincir 9,70 dolar AS atau 0,53% menjadi 1.817,10 dolar AS pada Jumat (24/2).

ADVERTISEMENT

Presiden Federal Reserve (Fed) Minneapolis Neel Kashkari mengatakan Rabu (1/3) dalam percakapan dengan para pemimpin bisnis di Sioux Falls, South Dakota, AS bahwa dirinya berpikiran terbuka untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin (bps).

Sementara itu, dilansir dari Antara, data ekonomi yang dirilis Rabu beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan pengeluaran untuk proyek konstruksi AS turun 0,1% pada Januari menjadi US$ 1,826 triliun, setelah turun 0,7% pada Desember 2022.

Indeks manufaktur AS dari Institute for Supply Management (ISM) naik tipis menjadi 47,7% pada Februari 2023, dari 47,4% pada Januari 2023. Ini juga mirip dengan ekspektasi para analis.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei terangkat 2,40 sen atau 0,11% menjadi ditutup pada 21,095 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April menguat 6,30 dolar AS atau 0,66%, menetap pada 961,80 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia