Jumat, 15 Mei 2026

Banyak Keluar Data Penting, Intip Menu Saham untuk Trading

Penulis : Jauhari Mahardhika
5 Mar 2023 | 20:38 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan harga saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan harga saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Banyak data penting bakal muncul dalam sepekan ke depan, yang bisa memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

“Dari eksternal, pelaku pasar akan mencermati pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa (7/3/2023) waktu setempat,” kata analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam keterangannya, yang dikutip pada Minggu (5/3/2023).

Sebelumnya, pejabat The Fed menyatakan potensi kenaikan suku bunga acuan lebih tinggi dari sebelumnya, jika inflasi tidak turun dan data ekonomi lainnya membaik. Hal ini menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah ke Rp 15.295 per dolar AS pada Jumat sore (3/3).

ADVERTISEMENT

Masih dari eksternal, kata Valdy, Tiongkok akan merilis data neraca perdagangan untuk periode Januari-Februari 2023 pada Selasa (7/3). Neraca perdagangan Tiongkok diperkirakan naik menjadi US$ 80,9 miliar. Ekspor diperkirakan melambat ke 10% dari sebelumnya 9,9%. Sementara, impor diperkirakan melambat ke 5,3% dari 7,5%.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis data cadangan devisa Indonesia bulan Februari 2023 pada Selasa (7/3). Sebelumnya, cadangan devisa tercatat sebesar US$ 139,4 miliar pada Januari 2023. Posisi tersebut dapat membiayai 6,1 bulan impor dan di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Sementara itu, dari sisi teknikal, IHSG ditutup di bawah 6.829 (MA50) pada perdagangan Jumat (3/3). Potensi pembentukan deathcross di Stochastic RSI sejalan dengan pelebaran negative slope MACD. Ini mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan.

“IHSG diperkirakan menguji level support 6.780 pada Senin (6/3), pivot 6.840, dan resistance 6.900. Saham pilihan teratas, antara lain SMGR, INTP, LSIP, TLKM, dan EXCL,” tutur Valdy.

Secara terpisah, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG pada Senin (6/3) diperkirakan bergerak pada kisaran 6.757-6.872. “Pola pergerakan IHSG masih menunjukkan kondisi sideways dengan potensi kenaikan dalam jangka panjang,” jelas dia.

Adapun dalam jangka pendek, IHSG masih akan konsolidasi secara wajar. Pelaku pasar bisa memanfaatkan momentum koreksi ini untuk akumulasi beli dengan target investasi jangka panjang. “Senin, IHSG berpotensi naik,” ujar William.

Menurut dia, menu saham untuk perdagangan Senin (6/3) meliputi HMSP, UNVR, JSMR, PWON, ASRI, BSDE, BBCA, INDF, dan ICBP.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia