Jumat, 15 Mei 2026

Melesat 40,65% Sejak Awal Tahun, Sekuritas Kerek Target Harga Saham GOTO

Penulis : Parluhutan Situmorang
6 Mar 2023 | 17:33 WIB
BAGIKAN
Gojek, layanan on-demand bagian dari Grup PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), bersama KAI Commuter meresmikan kerja sama operasional untuk mendorong kemudahan mobilitas masyarakat serta wisatawan di Solo dan Jogja lewat GoTransit. (Ist)
Gojek, layanan on-demand bagian dari Grup PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), bersama KAI Commuter meresmikan kerja sama operasional untuk mendorong kemudahan mobilitas masyarakat serta wisatawan di Solo dan Jogja lewat GoTransit. (Ist)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup naik ke level tertinggi baru (year to date/ytd) 2023 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/3/2023). Penguatan tersebut menjadikan kenaikan harga saham GOTO telah mencapai 40,65%.

Berdasarkan data BEI, saham GOTO ditutup naik Rp 4 (3,23%) menjadi Rp 128. Saham perusahaan teknologi ini bergerak dalam rentang Rp124-129 dengan nilai transaksi sebanyak Rp 454,5 miliar atau terbanyak kedua sepanjang hari ini.

Sedangkan volume transaksi saham GOTO tercatat yang terbanyak mencapai 35,66 juta saham sepanjang hari ini. Dengan penguatan harga tersebut, kapitalisasi pasar saham (market cap) GOTO naik menjadi Rp 151,6 triliun.

ADVERTISEMENT

Sentimen positifnya adalah kabar bahwa saham GOTO segera masuk indeks global Financial Times Stock Exchange (FTSE) pada 17 Maret 2023. Indeks ini merupakan salah satu acuan bagi para fund manager dalam membuat portofolio investasi. Pengumumkan FTSE mendorong fund manager mengakumulasi saham sebelum GOTO resmi masuk dalam indeks.

Bukan cuma FTSE, GOTO juga berpeluang masuk ke Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Mei mendatang. GOTO belum masuk ke indeks MSCI pada Februari lalu karena belum memenuhi syarat, salah satunya telah go public minimal 1 tahun.

“Selain fundamentalnya, menurut kami GoTo juga mendapat manfaat dari potensi inklusi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE), bersama dengan pembelian tambahan dari dana institusional lokal (asuransi, dana pensiun dan reksa dana),” tulis Ryan Winipta dari CGS-CIMB Sekuritas dalam laporan riset terbaru.

Senada dengan Ryan Winipta, Heribertus Ariando dari Trimegah Sekuritas menilai, masuknya saham GOTO menjadi konstituen indeks FTSE menjadi katalis positif. “Perlu juga dicatat, inklusi GOTO ke dalam indeks FTSE Indonesia dapat menjadi katalis positif untuk jangka pendek,” tulis Heribertus dalam riset terbarunya.

Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, pekan lalu, mengungkapkan, GoTo akan terus meningkatkan efisiensi, meningkatkan inovasi layanan, dan memaksimalkan penjualan. Targetnya, margin kontribusi positif pada kuartal pertama 2023 dan adjusted EBITDA Poisitif opada akhir 2023.

Pada tahun 2022, gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto GoTo mencapai Rp 613 triliun, naik 33%. Peningkatan ini cukup fantastis karena kenaikan transaksi sudah terjadi tahun 2021. “Dengan capaian 2022 tersebut, manajemen GoTo yakin, tahun ini, EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) grup akan positif,” kata Andre Soelistyo.

Andre menjelaskan, prioritas utama di 2023 adalah pertumbuhan bisnis berkualitas (high growth quality), strategi yang jelas untuk mencapai EBITDA dan ketersediaan cadangan kas yang memadai. Selain itu, investasi di pengembangan fitur dan teknologi yang mendongkrak pendapatan dan memperkuat sinergi ekosistem.

Sedangkan untuk meraih profitabilitas, lanjut Andre, strategi yang ditempuh adalah optimalisasi pendapatan, pengelolaan beban usaha, dan pengembangan produk berbasis ekosistem terintegrasi. Dalam mengoptimalisasi pendapatan, solusi yang diambil adalah optimalisasi struktur komisi dan pengembangan bisnis dengan margin lebih tinggi.

Target Harga

Dalam riset yang diterbitkan pekan lalu, Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa break even adjusted EBITDA optimistis tercapai pada akhir 2023 atau lebih cepat dari perkiraan kuartal I-2024.

Bahkan, Mandiri Sekuritas memperkirakan break even adjusted EBITDA GOTO bisa mencapai Rp 350 miliar pada 2024 dan diharapkan melesat menjadi Rp 5,3 triliun pada 2025. Dengan demikian GOTO tak membutuhkan pendanaan baru untuk melanjutkan bisnisnya.

Dengan percepatan profitabilitas tersebut, Analis Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dan Ryan Aristo mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target Rp 200. “GOTO layak mendapat valuasi premium, mengingat kekuatan ekosistemnya, yang menjadi pertanda baik untuk monetisasi fintech, dan target pasarnya yang kurang sensitif terhadap harga,” tulis riset tersebut.

Sebelumnya, Citi Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 250 dan UOB Kay Hian Sekuritas yang merevisi prospek saham GOTO dari hold menjadi buy dengan target harga Rp 190.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia