Jumat, 15 Mei 2026

Valuasi Terdiskon, Investor Agresif Koleksi Saham Bank Jago (ARTO)

Penulis : Parluhutan Situmorang
7 Mar 2023 | 08:16 WIB
BAGIKAN
Bank Jago. Foto: IST
Bank Jago. Foto: IST

JAKARTA, Investor.id - Penurunan harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dalam beberapa pekan terakhir berhasil menarik minat investor masuk. Hal ini ditunjukkan penambahan signifikan jumlah investor pemegang saham bank digital ini.

Ketertarikan pemodal memburu saham ARTO didukung analisa yang menyebutkan bahwa valuasi saham Bank Jago kini menarik, terlebih didukung oleh kinerja fundamental yang semakin solid.

Berdasarkan laporan registrasi efek yang diterbitkan Bank Jago, hari ini (7/3), jumlah pemegang saham bank berkode ARTO itu per akhir Februari 2023 mencapai 45.066, naik hampir 3.000 atau 7,12%, dibandingkan posisi Januari 2023. Bila dibandingkan posisi Februari 2022, jumlah pemegang saham Bank Jago melonjak 84,52%.

ADVERTISEMENT

Jumlah investor Bank Jago meningkat di tengah tren penurunan harga saham. Sepanjang Februari 2023, saham ARTO terkoreksi -21,81% ke level 2.510.

Analis MNC Sekuritas Tirta Citradi menilai, pelaku pasar mengambil kesempatan untuk mengoleksi saham ARTO saat valuasinya terdiskon. Apalagi prospek fundamental ARTO yang semakin solid di tengah valuasi yang sudah terdiskon.

“Tahun ini, kita akan melihat manuver bisnis Bank Jago melalui penguatan ecosystem-based lending lewat GOTO dan BFIN. Kredit masih dapat tumbuh signifikan, kualitas asset diharapkan membaik dan kondisi pencadangan mencukupi,” kata Tirta.

Secara khusus dengan ekosistem GOTO, Jago sudah melakukan kolaborasi dalam pembukaan rekening via aplikasi gojek, pembayaran QRIS dengan sumber dana rekening Jago, dan integrasi Jago dengan GoBiz. Menurut Tirta, ke depan ada banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan lebih lanjut dengan ekosistem GOTO, baik di segmen e-commerce, on demand services, maupun finansial.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, penyaluran kredit Bank Jago per Desember 2022 mencapai Rp 9,3 triliun (tidak diaudit), melonjak 75% dari posisi akhir 2021. Di tahun 2023, Bank Jago menargetkan pertumbuhan kredit double digit. Salah satu strategi yang ditempuh adalah fokus berkolaborasi dengan para mitra dalam berbagai jenis produk pembiayaan.

Sebelumnya riset BNI Sekuritas juga menyebutkan kini saatnya untuk melihat ke depan prospek saham ARTO. Setidaknya ada 3 tesis investasi yang membuat saham bank digital besutan Jerry Ng ini menarik berdasarkan riset tersebut, yakni valuasi yang lebih wajar, eksekusi yang lebih baik hingga kondisi saham ARTO yang saat ini sedang kurang dilirik sehingga membuka peluang upside.

Senada dengan riset BNI Sekuritas, JP Morgan menilai, bahwa kondisi saham ARTO saat ini memberikan peluang bagi investor yang memiliki appetite terhadap volatilitas maupun durasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia