Listing Rabu, Saham Perusahaan Batu Bara Prajogo Pangestu (CUAN) Oversubscribed 5,7 Kali
JAKARTA, investor.id – Perusahaan batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) akan mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/3/2023). Selama penawaran umum, saham Petrindo kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 5,7 kali.
Saham Petrindo bakal tercatat di papan utama. Petrindo menjadi perusahaan tercatat ke-24 di BEI tahun ini.
Berdasarkan data BEI yang dikutip pada Selasa (7/3/2023), total pesanan saham perusahaan batu bara milik Prajogo Pangestu tersebut mencapai 9,78 miliar saham. Padahal, emiten baru berkode saham CUAN itu hanya melepas sebanyak 1,69 miliar saham atau 15,03% melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
Harga IPO CUAN dipatok Rp 220 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana Rp 371,8 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Henan Putihrai Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas.
Sesuai rencana, setelah dikurangi biaya-biaya, CUAN bakal menggunakan 39,95% dana hasil IPO untuk belanja modal anak usaha guna membangun intermediate stockpile dan pembelian infrastruktur pendukung. Sisanya 60,05% dialokasikan untuk tambahan modal kerja guna mendukung aktivitas anak usaha tersebut.
Adapun pemegang saham CUAN sebelum IPO adalah Prajogo Pangestu 99,99% dan Agus Salim Pangestu 0,001%.
Pada tahun 2019 dan 2020, CUAN sempat mencetak rugi bersih periode berjalan, yakni masing-masing Rp 320,92 miliar dan Rp 103,47 miliar. Namun, pada tahun 2021, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih periode berjalan Rp 21,01 miliar.
Adapun sampai dengan 31 Juli 2022, CUAN mencetak pendapatan Rp 601,93 miliar atau naik 146% dari periode yang sama 2021 sebesar Rp 245,07 miliar. Menurut manajemen dalam prospektus, kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan batu bara anak usahanya dan harga jual batu bara selama periode berjalan.
Sementara itu, total laba periode berjalan per 31 Juli 2022 sebesar Rp 142,42 miliar, naik 269% dibandingkan total rugi untuk periode 7 bulan 2021 sebesar Rp 84,4 miliar.
Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan selama periode berjalan yang lebih tinggi daripada kenaikan beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban pajak penghasilan.
Sementara itu, per 30 September 2022, total aset CUAN mencapai Rp 1,41 triliun, liabilitas Rp 405,58 miliar, dan ekuitas Rp 1 triliun.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






