Jumat, 15 Mei 2026

Antam (ANTM) Umumkan Kinerja Awal Tahun

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Mar 2023 | 11:45 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan emas edisi imlek berupa gambar Kelinci di Butik Emas Antam, Setia Budi, Jakarta. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp)
Petugas menunjukkan emas edisi imlek berupa gambar Kelinci di Butik Emas Antam, Setia Budi, Jakarta. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp)

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengumumkan bahwa perusahaan mencatatkan capaian kinerja produksi dan penjualan (unaudited) komoditas utama nikel dan emas yang positif sepanjang periode Januari 2023.

Hal ini sejalan dengan upaya penguatan pertumbuhan kinerja bisnis inti Antam pada tahun 2023.

Direktur Operasi dan Produksi Antam, I Dewa Wirantaya mengatakan, capaian kinerja produksi dan penjualan komoditas utama nikel dan emas yang solid sepanjang Januari 2023 merupakan awalan yang positif untuk mencapai target produksi dan penjualan tahunan 2023.

ADVERTISEMENT

“Antam menargetkan penguatan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama perusahaan sejalan dengan outlook positif penyerapan komoditas logam dasar dan logam mulia pada tahun 2023. Melalui konsistensi implementasi operational and good mining practices menjadi dasar peningkatkan kinerja bisnis inti perusahaan,” paparnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (8/3/2023).

Pada segmen usaha nikel, pada Januari 2023, produksi unaudited feronikel Antam terjaga tetap optimal dengan volume produksi sebesar 2.113 ton nikel dalam feronikel (TNi), tumbuh 28% dari capaian periode yang sama pada Januari 2022 (yoy). Kinerja penjualan unaudited produk feronikel pada bulan Januari 2023 mencapai 2.013 TNi.

Pada semester kedua tahun 2023, direncanakan pabrik feronikel Antam di Halmahera Timur, Maluku Utara akan memulai fase operasi produksi sehingga akan memperkuat kapasitas lini produksi pabrik feronikel Antam existing yang saat ini beroperasi di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Untuk produk bijih nikel, pada bulan Januari 2023, total produksi bijih nikel unaudited Antam mencapai 1,06 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 16% yoy. Capaian volume penjualan bijih nikel unaudited mencapai 1,08 juta wmt pada Januari 2023, tumbuh lebih dari 80% yoy.

Pada komoditas emas, produksi unaudited logam emas pada bulan Januari 2023 mencapai 101 kilogram (kg) sejalan dengan rencana produksi emas tahun 2023 sebesar 1.167 kg. Sementara itu, kinerja penjualan unaudited emas Antam sepanjang Januari 2023 mencapai 2,96 ton, tumbuh 3% yoy. Pada tahun 2023, Antam terus melakukan inovasi produk-produk logam mulia serta fokus pada upaya peningkatan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia