Jasa Marga (JSMR) Tetapkan Capex Rp 20 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 20 triliun tahun ini, sama seperti tahun lalu. Dana itu akan digunakan perseroan untuk menuntaskan pembangunan lima ruas jalan tol.
Kelima ruas tol tersebut adalah Jakarta-Cikampek sepanjang 62 kilometer (km), khususnya penyelesaian seksi 3, Yogyakarta-Bawen seksi 1 dan 6 sepanjang 75 km, dan Solo-Yogyakarta-Probolinggo sepanjang 96 km untuk penyelesaian seksi 1 sepanjang 40 km, Probolinggo-Banyuwangi segmen Probolinggo-Besuki sepanjang 50 k, dan akses Patimban.
“Kami harapkan, jalan tol akses Patimban sudah mulai dibangun pertengahan tahun ini. Kelima ruas tol inilah yang sedang kami garap sampai akhir tahun nanti,” ujar Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga (JSMR) M Agus Setiawan secara virtual, Rabu (8/3/3/2023).
Baca Juga:
XL (EXCL) Bidik Margin EBITDA 49%Agus menerangkan, pada prinsipnya, capex Jasa Marga menyesuaikan pengerjaan proyek jalan tol yang digarap. Adapun eksekusi proyek tol bergantung pada pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah.
Seiring bertambahnya konstruksi sejumlah tol baru, Agus mengungkapkan, Jasa Marga akan menerapkan strategi divestasi untuk menyeimbangkan pengembangan usaha konstruksi dan memperkuat sisi keuangan.
Sejalan dengan itu, dia menuturkan, tahun 2023, ada program besar yang disiapkan perseroan, yaitu equity fund raising subholding jalan tol Transjawa, PT Jasamarga Transjawa Tol (JMM). Dia berharap JTT bisa menarik minat investor, karena perusahaan ini mengoperasikan sekitar 60% ruas tol perseroan dari Cawang sampai Jawa Timur.
“Kami berharap, proses mencari mitra strategis untuk equity fundraising dapat direalisasikan kuartal III-2023,” papar Agus.
Agus menambahkan, perseroan berharap volume lalu lintas harian (LHR) tumbuh signifikan tahun ini, seiring bertambahnya ruas jalan tol baru yang beroperasi, pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan kontribusi dari lini bisnis pendukung.
“Kami optimistis kinerja tahun 2023 meningkat, karena capex 2022 juga meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lalu, pandemi Covid-19 sudah terkendali, sehingga kami optimistis volume lalu lintas (lalin) dan mobilitas penduduk naik signifikan,” terang dia.
Terlebih lagi, dia menerangkan, volume lalin selama ini menjadi kontributor terbesar pendapatan bisnis perseroan. Sepanjang 2022, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha segmen jalan tol sebesar Rp 12,4 triliun, naik 15% dibandingkan tahun 2021. Pun begitu dengan pendapatan segmen usaha pendukung Jasa Marga yang melejit 35% menjadi Rp 1,4 triliun.
Alhasil, secara keseluruhan, emiten operator jalan tol pelat merah ini berhasil membukukan pendapatan sepanjang tahun 2022 sebesar Rp 13,8 triliun, EBITDA naik 13% menjadi Rp 8,7 triliun, dan laba bersih melonjak tajam, sebesar 70% menjadi Rp 2,75 triliun.
Artinya, Agus mengungkapkan, kinerja perseroan tahun 2022 sudah membaik, seiring kembali normalnya mobilitas masyarakat. Selain itu, peseroan menerapkan berbagai strategi efisiensi, optimalisasi teknologi, dan pengoperasin ruas tol baru demi mendongkrak kinerja usaha.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas mencatat, Jasa Marga meraup laba bersih Rp 1,7 triliun kuartal IV tahun lalu, naik 539% secara kuartalan dan 100% secara tahunan. Alhasil, laba bersih sepanjang 2022 melejit 70% menjadi Rp 2,7 triliun, 101% dari estimasi Mansek dan 152% dari konsensus analis.
Mansek menetapkan rekomendasi buy saham JSMR dengan target harga 4.800. Kemarin, saham JSMR naik 0,9% menjadi Rp 3.270.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






