United Tractors (UNTR) Usul Dividen Rp 6.185/Saham, Digodok di RUPST Tanggal Segini
JAKARTA, investor.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) akan mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 12 April 2023. RUPST diselenggarakan di Menara Astra, Jakarta mulai pukul 10.00 WIB.
Dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (9/3/2023). direksi UNTR menjelaskan, berdasarkan ketentuan Pasal 9 ayat (10) Anggaran Dasar Perseroan juncto Pasal 23 ayat (2) POJK 15/2020, pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPST adalah hanya pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 1 hari kerja sebelum pemanggilan RUPST, yaitu pada tanggal 20 Maret 2023 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Selain itu, berdasarkan ketentuan Pasal 21 ayat (5) Anggaran Dasar Perseroan juncto Pasal 16 POJK 15/2020, usulan-usulan mata acara rapat dari pemegang saham perseroan harus dimasukkan dalam mata acara rapat, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Diajukan secara tertulis kepada direksi perseroan oleh seorang atau lebih pemegang saham, yang bersama-sama mewakili sekurang-kurangnya 5% bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, yang telah dikeluarkan oleh perseroan;
2. Usulan tersebut telah diterima oleh direksi perseroan sekurang-kurangnya 7 hari sebelum tanggal pemanggilan rapat, yaitu tanggal 14 Maret 2023, selambatnya pukul 16.00 WIB;
3. Usulan tersebut harus (a) dilakukan dengan itikad baik, (b) mempertimbangkan kepentingan Perseroan, (c) merupakan mata acara yang membutuhkan keputusan Rapat, (d) menyertakan alasan dan bahan usulan mata acara Rapat, dan (e) tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Perseroan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2023, UNTR mengumumkan usulan pembagian dividen final perseroan sebesar Rp 6.185 per saham.
Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K Loebis menjelaskan, pada rapat umum pemegang saham tahunan perseroan untuk tahun buku 2022 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan April 2023, direksi perseroan merencanakan untuk mengusulkan dividen final yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 6.185 per saham.
Dividen final yang akan diusulkan tersebut bersama dengan dividen interim Rp 818 per saham yang telah dibagikan pada bulan Oktober 2022, akan menjadikan total dividen yang akan diusulkan untuk pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp 7.003 per saham.
“Perlu dicatat bahwa kepastian mengenai jumlah dividen yang akan dibagikan ini akan tetap tunduk pada adanya persetujuan dari rapat umum pemegang saham tahunan perseroan,” paparnya.
Usulan direksi atas dividen final yang lebih tinggi tersebut didasarkan atas profitabilitas perseroan yang sangat baik yang didukung oleh tingginya harga batu bara pada tahun 2022, yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kinerja operasional yang solid.
“Perseroan percaya bahwa fundamental operasional dan kondisi neraca yang kuat dari perseroan, akan memungkinkan perseroan untuk terus menyalurkan modal di Indonesia dan mempercepat strategi transisi,” lengkap Sara.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler






