Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Jagoannya Bidik Laba Tinggi, Lo Kheng Hong Bisa Makin Happy

Penulis : Prisma Ardianto
9 Mar 2023 | 19:45 WIB
BAGIKAN
Lo Kheng Hong. Foto: Antara.
Lo Kheng Hong. Foto: Antara.

JAKARTA, investor.id - Emiten Jagoan Lo Kheng Hong PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mematok perolehan laba bersih mencapai Rp 339 miliar di tahun 2023. Target tersebut tumbuh 28% year on year (yoy) dibandingkan tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, investor kawakan Lo Kheng Hong merupakan salah satu pemegang saham terbesar CFIN. Per 28 Februari 2023, Dia mengenggam sejumlah 203.944.700 saham atau 5,12%.

Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo menyampaikan, perusahaan berhasil meraup laba bersih mencapai Rp 310,72 miliar atau melesat 561,70% (yoy) pada tahun 2022. Pertumbuhan ini didukung peningkatan pembiayaan baru, fee base income, serta menurunnya beban operasional.

"Pertumbuhan laba Clipan Finance ke depan akan lebih sustain, di mana target laba 2023 senilai Rp 339 miliar, tapi saya optimis angka tersebut akan terlampaui," ungkap Harjanto kepada Investor Daily, Kamis (9/3/2023).

ADVERTISEMENT

Harjanto mengungkapkan, perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan baru (booking) mencapai Rp 9 triliun di tahun 2023. Pembiayaan itu masih akan ditopang dari segmen mobil baru dan mobil bekas, refinancing, serta pembiayaan kepada korporasi di sektor tambang, infrastruktur, maupun logistik.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan, Clipan Finance membukukan total aset mencapai Rp 8,05 triliun, meningkat 12,8% (yoy) di akhir 2022. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan piutang pembiayaan sebesar 20,64% (yoy) menjadi Rp 7,17 triliun.

Ditelaah lebih lanjut, pembiayaan baru tersalurkan tahun 2022 perusahaan mencapai Rp 7,40 triliun atau tumbuh 100%. Jika dirinci, pembiayaan untuk mobil baru sebesar Rp 4,05 triliun atau tumbuh 126,76%, pembiayaan baru mobil bekas Rp 3,10 triliun atau meningkat 63,50%, dan lini pembiayaan non otomotif tumbuh 377,78% menjadi Rp 344 miliar.

Dari sisi risiko, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) Clipan Finance terjaga di level 1,24% pada tahun 2022, lebih rendah daripada tahun 2021 di posisi 1,61%. Adapun rasio utang terhadap modal (gearing ratio) meningkat menjadi dari 0,41 kali menjadi 0,48 kali.

Peningkatan gearing ratio sebagai upaya ekspansi sumber dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja tersebut diikuti peningkatan dari sisi liabilitas sebesar 26,75% (yoy) menjadi Rp 2,94 triliun, yang utamanya dikerek utang bank naik 24,05% (yoy) pada 2022 menjadi Rp 2,47 triliun.

Meskipun demikian, ekuitas Clipan Finance masih cukup tebal yakni mencapai Rp 5,11 triliun atau tumbuh 6,35% (yoy) di akhir 2022. Adapun komposisi pendanaan antara lain 27% dari ekuitas, 24% dari pinjaman bank, serta 49% dari channeling dan joint financing (JF).

Selain kualitas aset yang terjaga baik dan likuiditas yang mumpuni, Clipan Finance dalam memastikan operasional pun semakin efisien. Tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 73,13% atau turun drastis dari tahun sebelumnya 73,13%.

Dalam hal ini, perseroan memang hanya membukukan peningkatan pendapatan sebesar 2,42% (yoy) menjadi Rp 1,51 triliun. Sementara total beban susut 22,60% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,11 triliun. Kinerja tersebut yang pada akhirnya mampu mendongkrak laba bersih menjadi Rp 310,72 miliar atau naik 561,70% (yoy) di akhir 2022.

Harjanto menambahkan, menjaga kinerja tetap optimal menjadi syarat untuk dapat mencapai target laba bersih yang telah dicanangkan tersebut. Untuk itu, perbaikan hingga peningkatan kualitas proses bisnis pun terus digarap perusahaan.

Perbaikan ini dimulai dengan peningkatan hubungan dengan dealer dan showroom. Perusahaan juga tengah melakukan optimalisasi data based dan nasabah Bank Panin, sekaligus mempercepat proses persetujuan kredit dengan optical character recognition (OCR) dan credit decision engine (CDE).

Selanjutnya, kata Harjanto, Clipan Finance akan memperkuat fokus bisnis dengan strategi pemasaran berbasis regional. Termasuk mendorong peningkatan kemampuan dari sumber daya manusia (SDM) perusahaan dengan tetap melakukan efisiensi biaya seoptimal mungkin.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia