Jumat, 15 Mei 2026

Bayan (BYAN) Kantongi Laba Rp 33 T, Low Tuck Kwong Makin Berkibar

Penulis : Zsazya Senorita
10 Mar 2023 | 21:19 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan batu bara Bayan Resources (BYAN). (Foto: BYAN)
Aktivitas pertambangan batu bara Bayan Resources (BYAN). (Foto: BYAN)

JAKARTA, investor.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong, orang terkaya nomor 1 di Indonesia, mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 2,17 miliar atau setara Rp 33,6 triliun pada 2022. Laba tersebut melonjak 79,62% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar US$ 1,21 miliar.

Pendapatan Bayan juga melesat 64,91% menjadi US$ 4,7 miliar atau Rp 72,8 triliun pada tahun lalu. Pendapatan perseroan masih didominasi oleh penjualan batu bara kepada pihak ketiga senilai US$ 4,39 miliar, ditambah batu bara untuk pelanggan berelasi US$ 300,31 juta.

Adapun penjualan batu bara Bayan kepada pihak ketiga merupakan ekspor, antara lain ke China National Machinery Import and Export Corporation hingga TNB Fuel Services Sdn Bhd. Sementara itu, pendapatan emiten berkode saham BYAN tersebut dari bisnis non batu bara mencapai US$ 10,85 juta.

ADVERTISEMENT

Kemudian, total aset perseroan per 31 Desember 2022 meningkat 62,1% menjadi US$ 3,94 miliar dibandingkan posisi akhir 2021 yang senilai US$ 2,43 miliar.

“Hal itu terutama disebabkan oleh aktivitas operasional perseroan, peningkatan pajak dibayar di muka, dan peningkatan piutang usaha, serta penambahan aset tetap,” jelas Direktur Utama Bayan Resources, Low Tuck Kwong melalui keterbukaan informasi, yang dikutip pada Jumat (10/3/2023).

Sedangkan kewajiban keuangan BYAN pada akhir 2022 tercatat naik hingga 241,7% menjadi US$ 1,95 miliar dari US$ 570,8 miliar per 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan adanya peningkatan utang dividen, peningkatan utang pajak karena profitabilitas, dan akrual. 

“Peningkatan utang derivatif, serta utang usaha karena meningkatnya aktivitas operasional perseroan,” ungkap Low Tuck Kwong.

Sementara itu, masih dalam laporan keuangan 2022, BYAN tercatat memiliki pertambangan yang sedang dikembangkan senilai US$ 52,92 juta dan pertambangan yang berproduksi senilai US$ 506,76 juta.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia