Pertumbuhan Kinerja bisa Pesat, Berikut Tiga Faktor Penopang Bank Jago (ARTO)
JAKARTA, Investor.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) diprediksi lanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini, seiring dengan kemampuan perseroan mempertahankan biaya kredit (cost of credit/CoC) yang rendah.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Erni Marsella Siahaan mengatakan, pertumbuhan kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago tahun ini akan lebih mengembirakan. Hal ini dapat dilihat dari tiga saluran utama pertumbuhan kredit Bank Jago, yakni kolaborasi dengan GoTo Financial, BFI Finance (BFIN), dan pembiayaan syariah yang sebagian besar berasal dari kolaborasi dengan platform digital Amaan.
Ketiga hal ini akan menjadi kunci karena tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan pinjaman yang lebih solid dan berkualitas juga untuk pencapaian net interest margin (NIM) yang menjanjikan. “Kami mengharapkan pertumbuhan pinjaman sebesar 68% pada 2022 dan 65% pada 2023 berasal dari tiga saluran utama tersebut,” ujar Erni yang menyebut tahun 2023 sebagai tahun eksekusi Bank Jago.
Hingga November 2022, kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago mampu bertumbuh 81,6% menjadi Rp 8,74 triliun dari setahun sebelumnya Rp 4,81 triliun. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga melesat, bahkan melampaui pertumbuhan kredit. DPK tumbuh hampir dua kali lipat dari Rp 3,34 triliun pada November 2021 menjadi Rp 6,61 triliun pada November 2022.
Meskipun mencatatkan pertumbuhan kredit 82%, Erni mengatakan, pertumbuhan kredit Bank Jago belum optimal. Dia memprediksi seharusnya kredit Bank Jago bisa tumbuh 100% selama 2022.
“Sebagian besar banyak pertumbuhan pembiayaan syariah yang melambat (tumbuh 26% YoY). Sedangkan pertumbuhan kredit konvensional masih memuaskan di 115% YoY pada november 2022,” ujarnya.
Menurut Erni, perhatian utama investor terhadap bank digital adalah cost of credit (CoC) dan bukan hanya NIM yang tinggi. Oleh karena itu, Ciptadana Sekuritas membuat model perhitungan risk adjusted NIM yang merupakan formulai NIM dikurangi dengan CoC. “Risk adjusted NIM adalah indikator profitabilitas yang bagus dalam pandangan kami,” ujarnya.
Dengan perhitungan ini, menurut Erni, Bank Jago merupakan bank yang tertinggi pada risk adjusted NIM, dibandingkan bank digital lain. Risk adjusted NIM ARTO pada kisaran 8-10%. “Kami melihat ini menunjukkan ekspansi pinjaman yang lebih konservatif dari bank, yang akan menghasilkan pendapatan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Ciptadana mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 5.100. Target tersebut mencerminkan peluang peningkatan sebesar 99% dibandingkan hari ini.
Erni mengatakan, kinerja saham Bank Jago pada 2022 dan 2023 tidak terlalu bagus yang didorong oleh sentimen negatif global pada suku bunga dan saham teknologi, dan diikuti oleh keluarnya saham ARTO dari MSCI Februari lalu. Namun, Ciptadana tetap memberikan valuasi premium untuk Bank Jago.
“Kami percaya bahwa penilaian premium atas bank digital di atas bank tradisional masih dibenarkan. karena diharapkan bank digital memberikan premium ROE di masa depan memanfaatkan efisiensi dan skala ekonomi setelah volume pinjaman ditingkatkan,” ujarnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

