Jumat, 15 Mei 2026

Merger Indihome dan Telkomsel Disebut Tuntas Juli 2023

Penulis : Muawwan Daelami
14 Mar 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Telkomsel. (REUTERS/Garry Lotulung)
Ilustrasi Telkomsel. (REUTERS/Garry Lotulung)

JAKARTA, Investor.id – Merger Indihome dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) disebut bakal rampung Juli 2023. Aksi korporasi ini diprediksi menguntungkan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), pemilik layanan fixed broadband Indihome sekaligus pemegang saham mayoritas Telkomsel, karena bisa mendongkrak laba bersih.

Berdasarkan catatan CLSA, Senin (13/3/2023), pendapatan Telkomsel bisa naik, setelah Indihome bergabung. Telkom juga diuntungkan oleh sinergi biaya antara Indihome dan Telkomsel.

Saat ini, CLSA mencatat, average revenue per user (ARPU) layanan seluler Telkomsel hanya Rp 40-50 ribu, sedangkan ARPU fixed broadband yang ditawarkan Indihome bisa enam kali lebih besar.

Di sisi lain, CLSA mencatat, Telkom memimpin penyesuaian tarif layanan telekomunikasi melawan para pesaing. Telkom percaya, kompetisi di pasar telekomunikasi nasional telah berkurang, setelah merger Indosat dan Hutchison. Tren ini akan terus berlanjut tahun ini, termasuk di luar Jawa.

ADVERTISEMENT

CLSA juga mencatat, Telkom berharap rata-rata pertumbuhan majemuk (CAGR) bisnis data canter mencapai 28% sampai 2030. Telkom mengindikasikan jumlah dividen tahun buku 2022 sedikit lebih besar dari realisasi 2021.

Telkom saat ini menguasai 65% saham Telkomsel, sedangkan 35% digenggam Singapore Telecommunications Limited (Singtel) asal Singapura. Adapun Indihome adalah layanan fixed broadband milik Telkom.

Peleburan Indihome ke Telkomsel berpotensi membuat kepemilikan saham Singtel di Telkomsel terdilusi. Akan tetapi, CLSA tidak menyebutkan berapa besar potensi penurunan kepemilikan Singtel di Telkomsel.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengungkapkan, pengalihan aset Indihome ke Telkomsel sejauh ini masih terus berproses. Perseroan akan mengumumkan hal ini secepat mungkin, begitu ada kepastian.

“Waktu pasti pengalihan aset ini belum bisa kami sampaikan. Secepatnya akan kami update,” jawab Reza saat dikonfirmasi Investor Daily, Senin (13/3).

Hingga September 2022, Telkomsel telah melayani 159 juta lebih pelanggan, dengan jumlah pengguna layanan data mencapai sekitar 123 juta. Sebelumnya, Indihome menargetkan jumlah pelanggan menembus 10 juta atau tepatnya 10,2 juta hingga akhir 2023. Target tersebut sangat masuk akal untuk dicapai.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia