Jangan Panik, Pelemahan IHSG Sementara, Buy di Harga Rendah!
JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 2,14% atau 145 poin ke level 6.641,81, Selasa (14/3/2023), dipicu mencuatnya kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat pelaku pasar panik, sehingga melakukan aksi jual besar-besaran, terlihat pada net sell pemodal asing Rp 1,3 triliun.
Akan tetapi, kalangan analis menilai pelemahan IHSG hanya bersifat sementara. Alasannya, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) diprediksi tidak lagi agresif menaikkan suku bunga acuan demi menghindari penutupan bank lainnya. Selain itu, laju inflasi AS diprediksi melambat pada Februari 2023.
Seiring dengan itu, investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi saham-saham prospektif. Strategi trading yang paling relevan saat ini adalah buy on weakness.
Di sisi lain, koreksi indeks kemarin disebabkan tumbangnya tiga saham bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hal ini diperburuk oleh amblesnya saham raksasa teknologi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Berdasarkan data BEI, saham BMRI turun 4,1% dan menyumbangkan penurunan indeks 20,13 poin, BBCA turun 2,6% dan menyumbangkan penurunan 16 poin, serta BBRI 2,5% dengan kontribusi penurunan 9,48 poin. Tak hanya itu, tujuh saham berkapitalisasi besar lainnya turut merosot, antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Di luar koreksi saham kuartet bank besar, saham-saham bank lainnya terpangkas. Contohnya, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Bank Bumi Arta, Tbk (BNBA) turun 6% lebih. Adapun saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), dan PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) turun 5% lebih. Totalnya, ada 24 saham bank yang turun pada perdagangan di BEI, kemarin.
Sepanjang tahun ini, indeks telah turun 3%. Pemberat indeks saham saham ADRO, BBRI, TPIA, BYAN, dan BUMI.
Analis Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima mengatakan, kebangkrutan SVB menjadi penyebab utama pelemahan indeks, kemarin. Bencana itu membuat para investor khawatir dan cenderung wait and see terkait efek berantai kasus itu ke pasar keuangan global.
Meski demikian, dia menilai, tekanan ke indeks diproyeksikan tidak berlangsung lama. Indeks diperkirakan bangkit, sejalan dengan potensi The Fed mengakhiri kenaikan suku bunga acuan. Saat ini, Federal Funds Rate (FFR) bertengger di level 4,5-4,75%. The Fed akan menggelar pertemuan pada 21-22 Maret 2023 untuk menentukan arah FFR. Sejumlah kalangan menaksir FFR hanya naik 25 bps dari sebelumnya 50 bps.
Dari dalam negeri, dia menuturkan, perlambatan inflasi akan menjadi vitamin bagi indeks untuk menguat. “Bila sudah rebound dengan katalis yang disebutkan tadi, akan terjadi reli indeks ke level 7.000, dengan level support 6.600," kata dia kepada Investor Daily.
Dia juga merekomendasikan investor untuk sambal menunggu perkembangan pasar selanjutnya. Dalam kondisi seperti ini, dia merekomendasikan saham SIDO dengan target harga Rp 1.050, MAPI pada Rp 1.800, dan SMGR Rp 8.500.
Sentimen Eksternal
Secara terpisah, analis Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta berpendapat, indeks konsolidasi selama minggu terakhir, dipicu tekanan dari krisis finansial atau polycrisis, seperti ancaman resesi, kenaikan suku bunga, dan kasus kebangkrutan SVB. Untuk bisa bangkit, indeks bergantung pada sentimen selanjutnya dari pemerintah AS dalam menentukan langkah meredam kegaduhan di pasar.
Senada dengan Raphon, Nafan memproyeksikan pelemahan indeks hanya bersifat sementara. "Meski indeks sedang berada dalam fase konsolidasi bearish, pelemahan IHSG sebenarnya bersifat temporer," ujarnya.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, IHSG sebenarnya tidak bermasalah dari sisi fundamental. Artinya, koreksi saat ini dapat dijadikan peluang untuk buy on weakness saham-saham unggulan. Adapun saham yang bisa diperhatikan adalah yang bersifat defensive, seperti UNVR dengan target terdekat Rp 4360 dan MYOR Rp 2.800.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penutupan SVB oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) AS, 10 Maret 2023, tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, penutupan SVB diperkirakan tidak berdampak langsung terhadap perbankan yang tidak memiliki hubungan bisnis, facility line maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB.
Selain itu, berbeda dengan SVB dan perbankan di AS umumnya, bank-bank di Indonesia tidak memberikan kredit dan investasi kepada technology startups maupun kripto.
“Oleh karena itu, OJK mengharapkan agar masyarakat dan industri tidak terpengaruh terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat,” kata Dian.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

