Jumat, 15 Mei 2026

Bos Delta Dunia (DOID) Blak-blakan soal Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Mar 2023 | 14:45 WIB
BAGIKAN
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). (Ilustrasi/Ist)
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2022 dan membukukan pendapatan (revenue) sebesar US$ 1,554 miliar, atau sekitar Rp 24 triliun, meningkat 71% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar US$ 29 juta, atau sekitar Rp 448,1 miliar. Perseroan juga membagikan total dividen sebesar US$ 5,15 juta (sekitar Rp 79,8 miliar), atau setara dengan Rp 10,17 per saham. EBITDA perseroan pun mencatatkan posisi yang lebih baik, yaitu sebesar US$ 365 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun, naik 56% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Delta Dunia Makmur Tbk Ronald Sutardja mengatakan, selain meningkatnya produksi dari Indonesia dan harga batu bara global, pencapaian kinerja positif perusahaan di sepanjang 2022 menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi yang dijalankan mulai kuartal IV-2021 dan sepanjang tahun lalu.

ADVERTISEMENT

“Diversifikasi tersebut antara lain melalui aktivitas pertambangan metallurgical coal, terutama dengan mengakuisisi BUMA Australia di Desember 2021. Sejak diakuisisi, nilai kontrak jasa pertambangan dari BUMA Australia meningkat sebesar empat kali lipat, dari sebelumnya AUD 0,6 miliar (Rp 6,1 triliun) menjadi AUD 2,3 miliar (Rp 23,6 triliun),” ungkap Ronald dalam keterangan resmi, Rabu (15/3/2023).

Volume produksi konsolidasi juga meningkat signifikan, dibuktikan dengan overburden removal sebesar 547 juta bank cubic meter (BCM), naik signifikan sebesar 68% dibandingkan periode 2021. Sementara produksi batu bara perseroan naik sebesar 87 juta ton atau naik 61% secara year-on-year dibandingkan 2021.

Sepanjang 2022, berbagai aktivitas diversifikasi perseroan menghasilkan portofolio usaha yang lebih beragam: 13% operasional pertambangan metallurgical coal di Australia, 87% operasional pertambangan thermal coal. Ke depannya, perseroan berkomitmen untuk terus memperluas diversifikasi usaha, meningkatkan aktivitas rehabilitasi situs tambang, serta mengembangkan bisnis infrastruktur di Indonesia.

Catatan lain yang menunjang kinerja positif sepanjang 2022 adalah aksi Perseroan yang melanjutkan buyback saham sebanyak 712 juta saham, merepresentasikan 8,3% dari saham yang dimiliki perseroan hingga 31 Desember 2022 lalu. Aksi buyback terus berlanjut hingga per 14 Maret 2023, jumlahnya bertambah menjadi 842 juta saham, merepesentasikan 9,8% dari saham yang dimiliki perseroan.

Selain itu pada November 2022, perseroan berinvestasi sebesar US$ 3 juta (Rp 46,5 miliar) ke Asiamet Resources Limited (ARS) melalui penambahan modal emiten (private placement), dan penambahan kepemilikan saham (shareholding) dari 15,3% menjadi 24,2%.

“Investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan studi kelayakan yang bankable untuk Proyek Tembaga Beruang Kanan Main (BKM), pembiayaan proyek lanjutan untuk pengembangan BKM, dan modal kerja perusahaan. Strategi kami ke depannya adalah terus mencari peluang dari komoditas yang memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan (future-facing commodities/FFCs),” ujar Ronald, bos Delta Dunia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia