Jumat, 15 Mei 2026

Kontrak Baru Capai Rp 4,3 Triliun, Adhi Karya (ADHI) Bidik pertumbuhan Laba 25% di 2023

Penulis : Muawwan Daelami
15 Mar 2023 | 18:21 WIB
BAGIKAN
T Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sampai Februari tahun 2023 sebesar Rp 4,3 triliun. Capain tersebut tumbuh sebesar 35,5% dibandingkan tahun lalu.
T Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sampai Februari tahun 2023 sebesar Rp 4,3 triliun. Capain tersebut tumbuh sebesar 35,5% dibandingkan tahun lalu.

JAKARTA, Investor.id -  PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sampai Februari tahun 2023 sebesar Rp 4,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 35,5%, dibandingkan periode sama tahun lalu.

Perolehan kontrak baru perseroan mayoritas disumbangkan proyek jalan dan jembatan sebesar 64%, gedung 16%, proyek sumber daya air (SDA) sebesar 13% dan sisanya proyek energi, properti, dan anak usaha.


Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan, perseroan membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 20-25% sama seperti target pertumbuhan tahun lalu. Optimisme didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kontrak baru tahun ini.

"Ya, kami menargetkan kenaikan laba bersih sekitar 20-25% untuk tahun 2023 atau sama dengan target pertumbuhan tahun 2022, meski realisasinya jauh di atas target hingga 40%," ungkap Entus kepada media, Rabu (15/3).

Rinciannya, kontrak baru ADHI diharapkan tumbuh sebesar 10-15%, pendapatan tumbuh 10-15%, dan laba bersih tumbuh sebesar 20-25%.

ADVERTISEMENT

Keyakinan perseroan mencetak pertumbuhan kinerja pada tahun ini dapat dilacak dari kinerja positif perseroan di 2022. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2022 pendapatan ADHI naik 18% menjadi Rp 13,5 triliun, dibandingkan pencaian tahun 2021 sebesar Rp 11,5 triliun. Begitu juga dengan laba bersih yang melejit 47% menjadi Rp 81,2 Miliar.

Tidak berhenti di situ, emiten konstruksi pelat merah ini juga mampu memperbaiki leverage dengan total liabilitas menyusut sebesar 9% dari Rp 34,2 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 31,2 triliun di tahun 2022.

Kabar baik lainnya, perseroan juga berhasil melakukan profiling liabilitas jangka pendek menjadi jangka panjang atas obligasi yang dimiliki. Hasilnya, ekuitasnya bertambah 56% dari Rp 5,7 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 8,8 triliun di tahun 2022.

Termasuk perbaikan rasio leverage dari tahun sebelumnya juga terjadi dengan penurunan rasio DER Total dari 6,05x di tahun 2021 menjadi 3,53x di tahun
2022.

Paralel dengan perbaikan demi perbaikan itu, Entus bilang, posisi keuangan ADHI semakin positif. Lagi pula, kata dia, perseroan sebetulnya tidak pernah mengalami kerugian. Hanya saja, pada saat pandemi kemarin memang terjadi penurunan akibat merosotnya produktivitas.

"Kalau sekarang, sudah beranjak naik. Kondisi kas operasional juga positif. Gampang ngukur kemampuan finansialnya terbaca kalau di laporan keuangan kelihatan. Intinya, cash operasi positif, leverage turun, ekuitasnya naik. Itu indikator-insikatorlah," ujar Entus.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia