Jumat, 15 Mei 2026

BEI Uji Sistem terkait Skenario Jam Perdagangan Baru

Penulis : Indah Handayani
19 Mar 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Pekerja sedang membersihkan kaca gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Pekerja sedang membersihkan kaca gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki tahap pengujian sistem pada Jumat-Sabtu (17-18 Maret 2023) terkait skenario jam perdagangan baru, seperti tercantum dalam surat yang diterima para anggota bursa (AB).

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa BEI akan memberlakukan kembali ketentuan atas waktu perdagangan efek bersifat ekuitas. Tertulis, penyesuaian itu akan efektif per hari Senin, 3 April 2023.

“Ini materi (surat) untuk pengujian system Jumat dan Sabtu kemarin,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Minggu (19/3/2023).

Irvan menegaskan, informasi resmi akan diumumkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) dan pengumuman segera setelah diskusi terakhir BEI dengan OJK sudah final. “Mohon sabar ya,” ujar Irvan.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, dalam surat yang diterima para anggota bursa (AB) mencantumkan skenario perubahan jam perdagangan bursa yang kembali normal, sebagai berikut:

Hari Senin-Kamis di pasar reguler, sesi pra-pembukaan masih akan sama yaitu 08.45-08.59 WIB.

Perubahan terjadi pada waktu perdagangan sesi I akan menjadi 09.00-12.00 WIB. Saat ini 09.00-11.30 WIB. Untuk sesi II saat ini 13.30-14.49 WIB, maka akan berubah menjadi 13.30-15.49 WIB.

Sedangkan pada sesi pra-penutupan akan menjadi 15.50-16.00 WIB dari saat ini 14.50-15.00 WIB. Untuk sesi pasca penutupan menjadi 16.01-16.15 WIB dari saat ini 15.01-15.15 WIB.

Untuk perdagangan di hari Jumat di pasar reguler, sesi pra-pembukaan masih akan sama yaitu 08.45-08.59 WIB. Begitu pula pada sesi I akan tetap menjadi 09.00-11.30 WIB.

Perubahan waktu perdagangan terjadi pada sesi II. Saat ini 13.30-14.49 WIB, maka akan berubah menjadi 14.00-15.49 WIB.

Pada sesi pra-penutupan akan menjadi 15.50-16.00 WIB dari saat ini 14.50-15.00 WIB. Untuk sesi pasca penutupan menjadi 16.01-16.15 WIB dari saat ini 15.01-15.15 WIB.

Sementara itu, waktu perdagangan di pasar tunai sesi I pada Senin-Kamis yang saat ini pukul 09.00-11.30 WIB akan berubah menjadi 09.00-12.00 WIB. Untuk hari Jumat, tidak akan berubah atau masih pukul 09.00-11.30 WIB.

Untuk pasar negosiasi, pada Senin-Kamis sesi I, akan berubah menjadi pukul 09.00-12.00 WIB dari saat ini 09.00-11.30 WIB. Sementara itu, sesi II dari 13.30-15.30 WIB, akan berubah menjadi 13.30-16.30 WIB.

Pada hari Jumat, sesi I tetap di 09.00-11.30 WIB. Namun, pada sesi II berubah menjadi 14.00-16.30 WIB dari saat ini 13.30-15.30 WIB.

Batasan ARB

Tak hanya membahas soal rencana jam perdagangan baru yang kembali normal, surat tadi juga menyebutkan bahwa BEI untuk sementara waktu tidak melakukan perubahan terhadap batasan persentase auto reject bawah alias ARB.

Dengan demikian, BEI masih mempertahankan batasan ARB asimetris yang ditetapkan maksimal 7%.

Adapun untuk auto rejection atas (ARA) saham dengan fraksi harga Rp 50-200 mencapai 35%, fraksi harga Rp 2.000-5.000 sebesar 25%, dan fraksi di atas Rp 5.000 sebesar 20%. Sebelum pandemi, besaran ARB dan ARA sama, yakni berkisar 20-35%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia