Kamis, 14 Mei 2026

Tahun ini, Bundamedik (BMHS) Patok Capex Rp 200 Miliar

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
20 Mar 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
RS Bunda Jakarta,salah satu unit usaha BMHS
RS Bunda Jakarta,salah satu unit usaha BMHS

JAKARTA, investor.id - PT Bundamedik Tbk (BMHS) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 200 miliar tahun ini. Dana ini digunakan untuk melanjutkan ekspansi bisnis yang dimulai pada 2022.

Managing Director Bundamedik (BMHS) Nurhadi Yudiyantho mengatakan, capex itu akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur dan fasilitas, kebutuhan digital, dan ekspansi bisnis organik. "Kami optimistis, kas internal yang kami miliki masih mencukupi untuk membiayai pengeluaran tahun 2023," kata kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Tahun lalu, dia menyatakan, perseroan gencar melakukan ekspansi dengan membuka tiga rumah sakit (RS) baru, dua klinik, serta 30 laboratorium baru. Ekspansi ini sejalan dengan niatan perseroan untuk meningkatkan kualitas layanan.

ADVERTISEMENT

"Tahun ini, fokusnya akan ke operasional dari jaringan aset yang telah dibangun tahun 2022, sebagai impelmentsi dari investasi kami," ujar dia. 

Dia melanjutkan, perseroan akan mengintegrasikan layanan dalam ekosistem guna menghadirkan mutu layanan terbaik untuk masyarakat. Perseroan mengacu pada tiga pilar strategi prioritas untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, yaitu perluasan ekosistem, penguatan bisnis inti perusahaan, dan pendalaman kemitraan strategis.

"Lewat inisiatif yang telah perseroan jalankan sebelumnya, perseroan telah turut mendukung jalannya medical tourism bagi beberapa pasien mancanegara,” tegas dia.

Dengan berbagai strategi yang sudah dicanangkan oleh Bundamedik, dia mengungkapkan, perseroan optimistis kinerja tumbuh 15-20% dibandingkan tahun 2022. Namun, dia enggan memerinci target pendapatan dan laba bersih 2023. Selama 2022, perseroan pendapatan bersih Rp 1,22 triliun dan laba bersih Rp 73,72 miliar. 

Nurhadi menambahkan, perseroan masih belum berencana melakukan aksi korporasi untuk mendanai ekspansi. Sebab, kas internal perseroan masih cukup. "Namun, kami selalu menjaga hubungan baik dan kerja sama dengan strategic investor dan para pemangku kepentingan," pungkas dia. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 16 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia