Kamis, 14 Mei 2026

Gelar Uji Kelayakan, Indo Tambangraya (ITMG) Bakal Garap Proyek Gasifikasi Batu Bara?

Penulis : Zsazya Senorita
20 Mar 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG). (Perseroan)
PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG). (Perseroan)

BONTANG, investor.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melalui anak usahanya, PT Indominco Mandiri (IMM), berencana menggarap proyek gasifikasi batu bara dengan sistem bawah tanah (underground coal gasification/UCG). Uji kelayakan (feasibility study/FS) proyek bernilai ini ditargetkan rampung pada 2025.

“Dalam proses penelitian dan pengembangan (litbang) proyek ini, kami bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Tekmitra),” ujar Kepala Teknik Tambang Indominco Mandiri Era Tjahja Saputra di Bontang, Kalimantan Timur, baru-baru ini.

Menurut dia, studi awal proyek tersebut sudah dilakukan, mulai dari inisiasi awal seperti data milik Indominco yang dikaji dan dievaluasi secara teknis, guna melihat keekonomian apakah memungkinkan dilakukan UCG. Kajian awal ini menunjukan, sumber daya yang dimiliki Indominco potensial untuk proyek UCG.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan itu, dia menyatakan, ada beberapa hal yang akan dilengkapi dan perdalam Indominco, khususnya terkait teknis. Sebab, manajemen Indominco merasa perlu menambah data.

“Pengambilan data bisa dilakukan beberapa kali untuk meyakinkan keberlanjutan cadangan ini. Lalu, dicek materialnya sama tidak dengan yang diasumsikan di data awal dan data teknis lainnya. Itu baru selesai akhir 2022 dan awal 2023 kami konsolidasi dengan Tekmira. Bahkan, kecenderungannya lebih mendukung,” tambah Era.

Hasil gas dari proyek ini, kata dia, akan dipasok ke pabrik pupuk yang lokasinya dekat dengan Indominco. Dengan demikian, setelah proyek ini beroperasi, Indominco sudah punya target pasar utama. Hal ini juga menguntungkan, karena kedekatan lokasi dengan pelanggan akan mengurangi biaya logistik.

Maret 2023, dia menyatakan, Indominco menargetkan meneken memorandum of understanding (MoU) dengan pabrik pupuk itu untuk menggarap studi proyek tersebut dan mengkaji potensi UCG bersama.

Targetnya, dia menerangkan, FS dari sisi teknis, keekonomian, sosial, dan lainnya rampung pada 2025. Namun demikian, dalam rentang 2023-2024 Indominco akan melakukan uji coba untuk mengetahui karakteristik gas yang dihasilkan UCG.

“Kalau itu berhasil, potensi kami besar. Kalau bicara UCG, kita tidak perlu mengubah rona muka. Selain itu, dari sisi lingkungan akan lebih hijau karena tidak harus memotong atau alat besar. Ini cukup potensial kalau memang bisa berhasil,” papar dia.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 10 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia