Gelar Uji Kelayakan, Indo Tambangraya (ITMG) Bakal Garap Proyek Gasifikasi Batu Bara?
BONTANG, investor.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melalui anak usahanya, PT Indominco Mandiri (IMM), berencana menggarap proyek gasifikasi batu bara dengan sistem bawah tanah (underground coal gasification/UCG). Uji kelayakan (feasibility study/FS) proyek bernilai ini ditargetkan rampung pada 2025.
“Dalam proses penelitian dan pengembangan (litbang) proyek ini, kami bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Tekmitra),” ujar Kepala Teknik Tambang Indominco Mandiri Era Tjahja Saputra di Bontang, Kalimantan Timur, baru-baru ini.
Menurut dia, studi awal proyek tersebut sudah dilakukan, mulai dari inisiasi awal seperti data milik Indominco yang dikaji dan dievaluasi secara teknis, guna melihat keekonomian apakah memungkinkan dilakukan UCG. Kajian awal ini menunjukan, sumber daya yang dimiliki Indominco potensial untuk proyek UCG.
Sejalan dengan itu, dia menyatakan, ada beberapa hal yang akan dilengkapi dan perdalam Indominco, khususnya terkait teknis. Sebab, manajemen Indominco merasa perlu menambah data.
“Pengambilan data bisa dilakukan beberapa kali untuk meyakinkan keberlanjutan cadangan ini. Lalu, dicek materialnya sama tidak dengan yang diasumsikan di data awal dan data teknis lainnya. Itu baru selesai akhir 2022 dan awal 2023 kami konsolidasi dengan Tekmira. Bahkan, kecenderungannya lebih mendukung,” tambah Era.
Hasil gas dari proyek ini, kata dia, akan dipasok ke pabrik pupuk yang lokasinya dekat dengan Indominco. Dengan demikian, setelah proyek ini beroperasi, Indominco sudah punya target pasar utama. Hal ini juga menguntungkan, karena kedekatan lokasi dengan pelanggan akan mengurangi biaya logistik.
Maret 2023, dia menyatakan, Indominco menargetkan meneken memorandum of understanding (MoU) dengan pabrik pupuk itu untuk menggarap studi proyek tersebut dan mengkaji potensi UCG bersama.
Targetnya, dia menerangkan, FS dari sisi teknis, keekonomian, sosial, dan lainnya rampung pada 2025. Namun demikian, dalam rentang 2023-2024 Indominco akan melakukan uji coba untuk mengetahui karakteristik gas yang dihasilkan UCG.
“Kalau itu berhasil, potensi kami besar. Kalau bicara UCG, kita tidak perlu mengubah rona muka. Selain itu, dari sisi lingkungan akan lebih hijau karena tidak harus memotong atau alat besar. Ini cukup potensial kalau memang bisa berhasil,” papar dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






