Kamis, 14 Mei 2026

Pendapatan Melesat 35%, Rugi EBITDA Disesuaikan GOTO Turun Drastis

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Mar 2023 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, Investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan kenaikan pendapatan bruto sebesar 35% dari Rp 17 triliun menjadi Rp 22,9 triliun. Sedangkan rugi EBITDA yang disesuaikan mengalami perbaikan dari Rp 16,5 triliun menjadi Rp 16 triliun.

Penguatan tersebut didukung peningkatan empat kuartal secara berturut-turut didorong oleh kinerja yang solid dari unit bisnis on-demand services.

Sedangkan kuartal IV-2022, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan 19% dari Rp 5,3 triliun menjadi Rp 6,3 triliun. Rugi EBITDA disesuaikan turun drastis sebesar 52% dari rugi Rp 6,5 triliun menjadi hanya rugi Rp 3,2 triliun.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, peningkatan kinerja pada kuartal IV-2022 mempertimbangkan kemajuan pesat dalam percepatan langkah menuju profitabilitas. “Dengan mempertajam fokus untuk mendorong monetisasi bagi pelanggan setia, pertumbuhan pendapatan tetap tercapai di tengah implementasi strategi pengurangan insentif serta pemasaran produk,” terangnya dalam di Jakarta, Senin (20/3/2023).

Penguatan kinerja keuangan, ungkap dia, didukung kedisiplinan dalam pengelolaan beban dan pendekatan layanan yang terukur. “Saat ini fokus kami adalah membangun infrastruktur layanan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menguntungkan secara jangka panjang. Bahkan, dua bulan pertama tahun 2023, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang lebih pesat. Hal ini menegaskan kami berada di jalur yang tepat, untuk mencatatkan nilai positif EBITDA yang disesuaikan pada kuartal IV-2023,” terangnya.

Grup GoTo terus melaksanakan strategi optimalisasi beban di seluruh kegiatan bisnis sepanjang kuartal keempat 2022. Pertumbuhan monetisasi, seiring dengan efisiensi insentif dan promosi, mendorong perbaikan margin kontribusi perseroan pada kuartal IV-2022 meningkat 254 bps dan mencapai -0,4% dari keseluruhan nilai transaksi bruto (GTV). GTV juga tumbuh 18% menjadi mencapai Rp 162 triliun.

Unit bisnis On-Demand Services mencatatkan margin kontribusi positif untuk kuartal IV-2022 atau lebih cepat dari pedoman kinerja.

Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lomengatakan, perseroan mencatatkan pertumbuhan konsisten di tengah ketidakpastian makroekonomi, seiring dengan pengelolaan beban secara menyeluruh, melalui pelaksanaan efisiensi struktural di seluruh bagian organisasi.

“Tujuan kami adalah mendorong penghematan beban usaha yang telah mendukung tercapainya perbaikan indikator profitabilitas lebih cepat dari perkiraan. Perseroan memandang positif capaian kinerja hingga kini dan dengan posisi kas yang solid. Perseroan meyakini bahwa kami akan mencapai arus kas operasional positif, seiring dengan percepatan langkah menuju target profitabilitas di tahun ini,” terangnya.

Posisi kas perseroan sebesar Rp 29 triliun pada akhir kuartal IV-2022. Perseroan juga memiliki fasilitas kredit dengan nilai sekitar Rp 4,65 triliun telah digunakan sebesar Rp 1,5 triliun. Dengan demikian, posisi kas dan neraca grup GoTo solid dan memadai untuk mencapai arus kas operasional positif tanpa membutuhkan pendanaan eksternal tambahan.

Grup GoTo berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023. Hal ini didorong dengan perkiraan pengurangan cash burn tahunan sebesar 60-65% tahun 2023. EBITDA yang disesuaikan secara Grup pada kuartal IV-2022 sebesar Rp -3,1 triliun atau -1,9% dari GTV, yaitu perbaikan sebesar 52% dari tahun sebelumnya dan 15% dari kuartal sebelumnya.

Penghematan yang berhasil dilakukan perseroan juga berdampak pada penurunan beban operasional tetap (fixed operating expense) rata-rata bulanan sebesar 20% pada Januari-Februari 2023, dibandingkan dengan kuartal IV2022, dan menghasilkan penghematan biaya bulanan sekitar Rp 200 miliar.

Penurunan Nilai Goodwill

Sementara itu, perseroan mencatatatkan rugi sekitar Rp 19,5 trilliun pada kuartal IV-2022, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 10,2 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan rugi bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp 40,4 triliun, dibandingkan raihan tahun 2021 dengan rugi bersih Rp 25,9 triliun.

“Peningkatan rugi bersih dipicu beberapa aspek non kas maupun peristiwa yang hanya dilakukan satu kali, yang tidak mencerminkan kinerja bisnis inti perseroan,” tulis manajemen perseroan.

Peningkatan kerugian datang dari penurunan nilai goodwill (goodwill impairment) sebesar Rp 11 triliun terkait dengan penggabungan Gojek dan Tokopedia, investasi di JD, serta peningkatan beban kompensasi berbasis saham, dikarenakan adanya penyesuaian asumsi masa kerja karyawan, serta beban restrukturisasi.

“Dengan mengesampingkan beban tersebut, rugi bersih kuartal IV-2022 hanya Rp 6,5 triliun atau terjadi perbaikan 36% dibandingkan tahun sebelumnya. Dan perbaikan 3% dari kuartal II-2022,” terangnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia