IPO Kuartal IV, PalmCo Bakal Melampaui Sime Darby dan Golden Agri
JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa PalmCo bakal menjadi perusahaan sawit terbesar mengalahkan Sime Darby Plantation Bhd (Malaysia) dan Golden Agri-Resources Ltd, entitas Grup Sinar Mas.
Gebrakan itu seiring langkah PalmCo yang akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal IV-2023. PalmCo merupakan subholding bidang kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III.
PalmCo akan mengonsolidasikan lahan perkebunan sawit seluas 600-700 ribu hektare (ha) selepas IPO. Luas lahan tersebut unggul telak ketimbang total land bank yang dikuasai Sime Darby seluas 266.488 ha, dengan area tertanam 193.758 ha.
PalmCo juga akan melampaui kepemilikan lahan tertanam Golden Agri yang seluas 485.606 ha. Dengan demikian, PalmCo akan menjadi raja baru sawit di dunia.
“Jadi, lebih besar dari Sime Darby Plantation yang dari Malaysia dan Golden Agri-Resources dari Indonesia. Ini tentu tujuan awal dari IPO itu dan inilah kenapa kami ingin mendorong konsolidasi kelapa sawit yang ada di PTPN,” kata Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (20/3/2023).
Menurut Erick, pihaknya tengah memproses permohonan izin penyusunan peraturan pemerintah (PP). “Kami harapkan di kuartal IV bisa melakukan aksi korporasi ini,” tuturnya.
Adapun tujuan utama dari IPO tersebut, kata Erick, untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional khususnya di sektor industri turunan kelapa sawit. Sebab turunan industri kelapa sawit kini telah mencapai 80% dan kisah sukses itu berdampak pada pengembangan industri-industri pendukung, salah satunya bahan baku make-up.
Apalagi, Indonesia kini masuk sebagai negara dengan pangsa pasar industri make-up terbesar kelima di dunia. Jika dilihat dari turunan industri dan kisah suksesnya, Indonesia sudah menyentuh 70% lantaran semua produknya berasal dari dalam negeri.
Pertimbangan lain dari IPO ini juga berkaitan dengan isu minyak goreng. Sebagaimana yang dianjurkan para anggota DPR RI untuk mendorong pemerintah melalui BUMN melakukan intervensi terhadap minyak goreng, ketika diperlukan.
Erick tak menampik bahwa sampai hari ini BUMN belum memiliki kemampuan untuk mengintervensi karena lahan perkebunannya hanya 3%, sehingga dalam konteks turunan minyak goreng, BUMN tidak berkapasitas untuk melakukan operasi pasar. Untuk itu, pemerintah mendorong IPO PalmCo.
Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, IPO PalmCo sudah mencuat sejak 2022. IPO PalmCo digadang-gadang mampu meraup dana segar Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






