Jumat, 15 Mei 2026

Siapkan Capex Rp 800 M, Mitra Keluarga (MIKA) Genjot Pembangunan RS Baru

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
21 Mar 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
RS Mitra Keluarga. Foto: EMRAL
RS Mitra Keluarga. Foto: EMRAL

JAKARTA, investor.id - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan menggenjot pembangunan rumah sakit (RS) baru dengan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 800 miliar tahun ini. Selain rumah sakit baru, perseroan juga menambah layanan khusus selepas pandemi.

Head of Investor Relations Mitra Keluarga (MIKA) Aditya Widjaja mengatakan, capex digunakan oleh perseroan untuk pembangunan rumah sakit terbaru yang berlokasi di Bekasi. Selain itu ke depan yakni pada kuartal II-2023 perseroan juga berencana untuk melakukan groundbreaking pembangunan dya rumah sakit yang akan dibuka pada 2024 mendatang.

"Untuk capex sebagian besar untuk pembangunan rumah sakit baru, semua masih berasal dari internal cash perusahaan," jelasnya kepada Investor Daily, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Penambahan rumah sakit tersebut, lanjut Adit, sejalan dengan tujuan dari perseroan untuk menambah kapasitas internal serta peningkatan kompleksitas layanan melalui pembukaan sarana center of excellence baru. "Strategi ini dilakukan guna mempertahankan kinerja kami ke depannya," ujar dia.

Pada Januari 2023 perseroan meresmikan dua rumah sakit terbaru yang Pamulang dan Slawi dengan kapasitas tempat tidur awal sebanyak 100 kasur dan akan bertambah hingga 200 kasur.

Selanjutnya, pada akhir 2023 perseroan akan mengelola sebanyak 30 rumah sakit, dan pada akhir 2024 perseroan akan mengelola 32 rumah sakit. Dengan gencarnya ekspansi, perseroan berharap mampu mencatatkan peningkatan kinerja di 2023.

"Kami mentargetkan peningkatan pendapatan di tahun 2023 sekitar 13-15% dengan rentang EBITDA margin di kisaran 36-38%," kata dia.

Menilik laporan keuangan MIKA, hingga kuartal III-2022 mengantongi pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp 3,1 triliun. Adapun secara tahunan angka tersebut tercatat menurun 9,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,4 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi memproyeksikan, MIKA akan mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 13-15% (YoY) tahun ini, yang ditopang oleh kenaikan harga jual (ASP) sebesar 7-8%, serta pertumbuhan volume penjualan sekitar 5-8%. Namun demikian, margin EBITDA perseroan diperkirakan stagnan di 36-38%, dampak kenaikan tarif INA-CBG di Januari 2023.

“Hal ini akan diimbangi oleh potensi penurunan margin akibat pembukaan rumah sakit baru seperti Pamulang, Slawi, dan Deltamas. Angka ini sedikit di bawah perkiraan awal kami yakni 39%,” sebut dia.

Mitra Keluarga menganggarkan capex berkisar Rp 750- 800 miliar pada 2023 dengan target pembukaan 3 rumah sakit baru tahun ini. MIKA memperkirakan kenaikan tarif INA-CBG sebesar 9,5% di Januari 2023 akan memicu kenaikan pendapatan dari BPJS sebesar 7-9% dari angka setahun penuh 2022, atau 2% dari pendapatan keseluruhan MIKA. Adapun porsi BPJS dalam pendapatan MIKA di sembilan bulan 2022 yaknni 17%, sejalan dengan ekspektasi analis.

“Kami merekomendasikan tahan (hold) untuk saham MIKA dengan target harga baru Rp 3.100,” ungkap Jonathan Guyadi dalam risetnya. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia