Pasar Kripto Wait and See, Bitcoin Lanjutkan Tren Bulllish
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto melemah. Akibat investor cenderung wait and see terhadap hasil keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 21-22 Maret 2023. Sikap pelaku pasar untuk wait and see diprediksi masih akan berlangsung pada hari ini. Meski demikian, apabila The Fed kembali menaikan suku bunga, hal ini diperkirakan akan menggerakan harga pasar kripto. Bitcoin bakal melanjutkan tren bullish.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa pagi (21/3/2023), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) turun 0,93% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di level US$ 27.744,30 per koin atau setara Rp 425,79 juta (kurs, Rp 15.347).
Senasib dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga melemah pagi ini. ETH jatuh 2,80% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level US$ 1.733,52 per koin. Binance coin (BNB) juga menurun dalam 24 jam sebesar 1,08%. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga US$ 333,21 per koin.
Dikutip Coinbase, keputusan kenaikan suku bunga FOMC pada Rabu (22/3/2023) mendatang dapat memengaruhi harga di pasar kripto. Investor mungkin cenderung menambahkan eksposur dengan berita yang berpotensi menggerakkan pasar.
Volume perdagangan menjelang keputusan akan menjadi penting untuk diperhatikan investor. Saat ini, volume perdagangan BTC dan ETH telah menurun dari minggu sebelumnya, tetapi tetap mendekati rata-rata 20 hari.
Penurunan volume yang signifikan akan menyiratkan bahwa investor sedang menunggu keputusan Fed, dan komentar selanjutnya dari Ketua Fed Jerome Powell, sebelum mengambil sikap pasti.
‘Pemulihan kembali’ jangka pendek dari hubungan antara BTC dan indeks keuangan tradisional akan menunjukkan bahwa keputusan Fed yang akan datang dapat mempengaruhi harga secara signifikan.
Sedangkan Cryptonews menjelaskan, secara teknikal, BTC/USD saat ini menunjukkan tren bullish, menemui hambatan awal di level US$ 27.740. Jika resistensi US$ 27.740 berhasil dilampaui, ada kemungkinan harga Bitcoin melonjak menuju resistance US$29.000 atau US$ 30.700. Namun, jika terjadi penurunan, level support di sekitar US$ 26.600 dan US$ 25.200 diperkirakan akan tetap stabil.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






