Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bank Jago (ARTO) Berpotensi Lompat Tinggi, Begini Argumentasinya

Penulis : Parluhutan Situmorang
21 Mar 2023 | 13:43 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id -  PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah berada di jalur yang tepat untuk menangkap peluang pertumbuhan digital banking di Indonesia. Hal ini terlihat dari berbagai upaya yang telah dilaksanakan manajemen dan indikator kinerja keuangan tahun 2022.

Improvisasi manajemen Bank Jago dalam memonetisasi ekosistem mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 6.600. Bahkan, ARTO ditempatkan sebagai saham pilihan untuk sektor bank digital.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, on the track Bank Jago cetak lompatan kinerja keuangan terlihat dari kemitraan perseroan dengan ekosistem digital paling besar di Indonesia, pendapatan bunga bersih yang tinggi, dan katalis rate pivot.

ADVERTISEMENT

"Kami meyakini bahwa valuasi ARTO saat ini dengan perkiraan PVB sekitar 3,7 kali belum menggambarkan potensi pertumbuhan prospek dalam jangka panjang, sehingga potensi kenaikan harga ke level Rp 6.600 masih terbuka besar" ungkapnya dalam riset terbarunya.

Target harga tersebut juga menggambarkan peluang lompatan laba bersih ARTO tahun ini menjadi Rp 99 miliar dan kembali naik menjadi Rp 302 miliar pada 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 16 miliar. Begitu juga dengan pendapatan bunga bersih diprediksi naik menjadi Rp 2,04 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 3,32 triliun pada 2024, dibandingkan perolehan tahun 2022 senilai Rp 1,5 triliun.

Sedangkan margin bunga bersih (NIM) diprediksi menjadi 10,1 % tahun ini dan diharapkan melesat menjadi 12,1% pada 2024. NIM tahun lalu mencapai 10,3%. Adapun cost of fund tahun ini diprediksi sama dengan tahun lalu sekitar 2,4% dan diprediksi turun menjadi 2,1% tahun berikutnya.

Hingga awal sesi II perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/3/2023), saham ARTO melesat Rp 180 (8,41%) menjadi Rp 2.320. Saham ini bergerak di zona hijau dalam rentang Rp 2.170-2.340.

Sesuai Ekspektasi

Terkait realisasi kinerja keuangan Bank Jago dengan lompatan pendapatan bunga bersih (NII) menjadi Rp 1,5 triliun pada 2022, menurut dia, sudah sesuai ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis. Sedangkan perolehan laba bersih senilai Rp 16 miliar memang berada di bawah ekspektasi. Namun penurunan laba ini masih bisa dipahami akibat adanya one off opex Rp 12 miliar dan pencadangan provisi Rp 32 miliar.

Selain itu, dia mengatakan, perseroan membukukan perbaikan NPL menjadi 1,8% pada kuartal IV-2022, dibandingkan kuartal III-2022 sekitar 2,1%. Sedangkan rasio pencadangan terus meningkat menjadi 158% pada 2022 dan diharapkan meningkat menjadi 200% dan NPL diprediksi berkisar 2% tahun 2023.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa peningkatan NPL coverage sangat penting di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak, kenaikan inflasi, dan tingkat suku bunga yang cenderung naik. Potensi besarnya pertumbuhan perseroan ke depan juga datang dari tingginya pertumbuhan kredit 76% menjadi Rp 9,4 triliun tahun lalu. Begitu juga dengan total simpanan melesat 125% menjadi Rp 8,3 triliun tahun 2022.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia